VIVA – Kasus dugaan penipuan investasi yang menyeret presenter sekaligus artis Vicky Prasetyo ke Polda Metro Jaya perlahan menemukan titik terang. Pihak pelapor mengungkap bagaimana kerja sama investasi tersebut pertama kali ditawarkan hingga akhirnya menimbulkan persoalan.
Kuasa hukum salah satu pelapor, Theodora, mengatakan perkara tersebut bermula ketika seorang pemilik lahan meminta bantuan Vicky Prasetyo untuk menjual tanah miliknya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lahan yang ditawarkan disebut masih dalam kondisi berupa rawa. Vicky kemudian disebut menawarkan kepada investor bernama Erlita untuk mempercantik dan mengembangkan lahan tersebut agar nilai jualnya meningkat.
"Awalnya Bu Erlita mau membangun lapangan itu karena itu kan rawa-rawa tadinya. Si pemilik tanah ini mau menjual, lalu meminta tolonglah sama si saudara VP, 'Tolong bantu jualkan.' Lalu si VP karena mengenal si punya tanah ini, bawalah Bu Erlita. Merayulah (ke) Bu Erlita kalau misalkan 'Ibu percantik lapangan ini, lahan ini, kalau cantik kan kita jualnya lumayan lah harganya,'," kata Theodora, di Polda Metro Jaya, Senin 31 Agustus 2026.
Tawaran tersebut kemudian disetujui Erlita. Ia disebut mengeluarkan dana untuk membangun fasilitas di atas lahan tersebut, termasuk kebutuhan desain interior.
Namun, menurut pihak pelapor, persoalan muncul setelah fasilitas yang dibangun menggunakan dana investor mulai beroperasi.
Erlita yang datang langsung ke lokasi disebut mendapati adanya pihak lain yang telah menyewa fasilitas tersebut. Di antaranya adalah lapangan mini soccer dan area food court.
"Karena waktu itu Bu Erlita ini menyangka bahwa ya sudah kita membangun mempercantik kalau dijual lebih dari apa yang yang punya tanah ini inginkan berarti kan mereka dapat komisi. Tetapi ternyata setelah dibangun, Bu Erlita datang untuk survei, kok sudah ada orang yang sewa mini soccer, sudah ada food court," tutur Theodora.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kondisi proyek tersebut kemudian disebut semakin tidak terkendali. Pihak pelapor menyebut fasilitas yang sebelumnya dibangun justru terbengkalai dan mengalami kerusakan.
Salah satu saksi sekaligus korban, Juliana, mengaku telah terlibat dalam proyek tersebut sejak 2022. Menurutnya, bisnis sempat berjalan sebelum kondisi mulai bermasalah hingga akhirnya dihentikan.
Halaman Selanjutnya
"Saya masuk ke situ mulai ada itu 2022, dan berjalannya itu saya di situ setahun dan udah berjalan. Tapi ke sini-sininya 2024 itu sudah udah hancur, udah kusut. Jadi istilahnya 2024 itu akhirnya Bu Erlita menggulung semua rumput mini soccer-nya itu untuk tidak beroperasi lagi. Karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal mereka," jelas Juliana.

2 hours ago
2













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315191/original/080241400_1785829977-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_13.44.52.jpeg)
