Terungkap! Pelaku Penyekapan Wanita di Cileunyi Ternyata Pemarah, Kesal Jika Tak Disapa hingga Sering Bentak Orang

3 weeks ago 5

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:33 WIB

Bandung, VIVA – Fakta baru terungkap dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di kawasan Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pelaku penyekapan dan penyiksaan yang saat ini masih diburu polisi ternyata dikenal memiliki temperamen tinggi dan kerap marah tanpa alasan yang jelas kepada orang-orang di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesaksian tersebut disampaikan Resa Rohendi, penjaga kos tempat pelaku dan korban tinggal selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Menurut Resa, awalnya tidak ada perilaku mencurigakan dari pria yang mengaku sebagai suami korban tersebut. Namun, sikap pelaku berubah setelah beberapa waktu menetap di lokasi kos.

"Awalnya baik-baik saja. Cuma setelah satu bulan, kelakuannya jadi arogan," kata Resa saat ditemui di Bandung, Selasa, 23 Juni 2026.

Sering Marah Jika Ada Orang Lewat Tak Menyapa

Resa mengungkapkan pelaku kerap menunjukkan sikap emosional terhadap warga maupun orang yang datang ke lingkungan kos.

Bahkan, pelaku disebut bisa marah hanya karena ada orang yang melintas tanpa menyapanya terlebih dahulu.

"Orang lewat tidak permisi dia marah-marah," ujarnya.

Tak hanya itu, pelaku juga beberapa kali terlihat membentak orang lain yang datang ke lingkungan kos. Salah satunya terjadi ketika ada pekerja yang melakukan perbaikan tower di sekitar lokasi.

Menurut Resa, pekerja tersebut juga sempat menjadi sasaran kemarahan pelaku tanpa alasan yang jelas.

"Ada yang datang untuk perbaikan tower juga suka dimarahi," katanya.

Perilaku tersebut membuat pengelola kos mulai merasa tidak nyaman dan khawatir keberadaan pelaku dapat mengganggu penghuni lain maupun warga sekitar.

Sempat Terdengar Suara Benturan dari Dalam Kamar

Selain dikenal pemarah, pelaku juga pernah menimbulkan kecurigaan setelah terdengar suara benturan keras dari dalam kamar kos yang ditempatinya bersama korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Resa mengatakan pernah ada laporan mengenai suara pukulan yang berasal dari tembok kamar pelaku. Namun saat dikonfirmasi, pelaku membantah adanya keributan ataupun tindak kekerasan.

Menurut pengakuan pelaku saat itu, suara tersebut hanya berasal dari aktivitas memukul tembok dan tidak berkaitan dengan persoalan lain.

Halaman Selanjutnya

"Memang pernah ada suara gaduh seperti pukulan ke tembok. Tapi saat ditanya, pelaku bilang tidak ada masalah dan bukan karena keributan," ujar Resa.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |