Teheran, VIVA – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat dan mulai merembet ke sektor teknologi global. Kali ini, sejumlah perusahaan besar asal Amerika Serikat disebut menjadi target ancaman militer dari Iran.
Dalam pernyataan terbaru, disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Minggu 5 April 2026, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyinggung keterlibatan perusahaan teknologi dalam konflik yang sedang berlangsung. Mereka menilai sejumlah perusahaan ikut berperan dalam mendukung operasi militer melalui teknologi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tesla menjadi salah satu nama yang ikut disebut dalam daftar tersebut. Produsen mobil listrik itu dianggap memiliki keterkaitan dengan pengembangan teknologi yang dinilai strategis dalam konflik modern.
Tidak hanya Tesla, beberapa perusahaan teknologi lain juga masuk dalam daftar target. Nama-nama seperti perusahaan di bidang semikonduktor, komputasi, hingga komunikasi turut disebut sebagai entitas yang berisiko terdampak.
IRGC menyatakan bahwa perusahaan yang dianggap terlibat dalam dukungan teknologi akan menghadapi konsekuensi langsung. Pernyataan ini menjadi sinyal eskalasi baru yang tidak hanya menyasar sektor militer, tetapi juga industri sipil.
Ancaman tersebut juga disertai dengan imbauan kepada pekerja di fasilitas perusahaan Amerika di kawasan Timur Tengah. Mereka diminta untuk meninggalkan lokasi kerja sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan.
Tesla sendiri diketahui memiliki jejak operasional di beberapa negara di kawasan tersebut. Kehadiran infrastruktur seperti jaringan pengisian daya dan fasilitas pendukung membuatnya masuk dalam radar perhatian.
Kondisi ini menempatkan industri otomotif listrik dalam posisi yang tidak biasa. Perusahaan yang sebelumnya fokus pada inovasi dan transisi energi kini harus berhadapan dengan dinamika geopolitik.
Pabrik Tesla Gigafactory di Berlin, Jerman.
Risiko yang muncul tidak hanya terkait keamanan aset perusahaan. Ancaman terhadap fasilitas juga berpotensi berdampak pada keselamatan pekerja dan masyarakat di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, situasi ini dapat memengaruhi rantai pasok global yang selama ini bergantung pada stabilitas kawasan. Gangguan kecil sekalipun berpotensi menimbulkan efek berantai pada distribusi teknologi dan kendaraan listrik.
Di tengah tekanan tersebut, pasar otomotif global juga menghadapi tantangan lain seperti perlambatan permintaan. Kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik membuat situasi menjadi semakin kompleks.
Iran Sebut Gempur Bandara Ben Gurion Israel dengan Drone
JakartaIran melaporkan bahwa angkatan bersenjata mereka telah melancarkan serangan dengan pesawat tak berawak atau drone ke Bandara Ben Gurion, Israel, pagi tadi.
VIVA.co.id
5 April 2026

6 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522398/original/068585400_1772764301-anak_susah_makan.jpg)
