VIVA – Transformasi organisasi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) terus berjalan. Sejak Munas XIV PORDASI pada 13–15 November 2024, olahraga berkuda nasional kini resmi berada di bawah empat Federasi Nasional: Pordasi Pacu, Pordasi Equestrian, Pordasi Polo, dan Pordasi Berkuda Memanah.
Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan prestasi sekaligus tata kelola olahraga berkuda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pekan Olahraga Nasional yang dipertandingkan di NTT-NTB hanya mempertandingkan cabang olahraga Olimpiade. Di luar itu, kita pertandingkan cabang DBON, unggulan tuan rumah, serta pilihan tuan rumah,” ujar Marciano.
Ia juga menekankan pentingnya peran provinsi penyangga karena tidak adanya pembangunan venue baru. “Minggu ini kita menentukan provinsi penyangga, mengingat tidak ada pembangunan sarana dan prasarana baru,” sambungnya.
Dalam skema tersebut, DKI Jakarta diproyeksikan menjadi salah satu provinsi penyangga pada PON XXII 2028 NTT-NTB. Salah satunya dengan menggelar cabang berkuda Equestrian di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP).
Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Equestrian, Dewi Larasati atau Tike, memastikan kesiapan venue tersebut.
“Jika Equestrian dilaksanakan di Jakarta, kemungkinan besar menggunakan Jakarta International Equestrian Park Pulomas. Venue ini sudah berstandar internasional dan pernah digunakan pada Asian Games 2018,” kata Tike.
Sementara itu, Ketua Harian Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah, Agape Zacharia, menegaskan komitmen pihaknya untuk kembali tampil di PON.
“Pada PON XXI/2024 kami sudah melaksanakan ekshibisi. Ini menjadi kewajiban kami untuk mempersiapkan diri menuju PON XXII/2028,” ujar Agape.
“Meski bukan cabang Olimpiade, kami terus berkomunikasi agar berkuda memanah dan pacu bisa dipertandingkan,” tambahnya.
Senada, Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Pacu, Teddy Soediro, mengungkapkan pihaknya aktif berkoordinasi dengan tuan rumah.
“Kami terus berkonsultasi dengan NTT dan NTB terkait kesiapan venue dan kondisi kuda. Kesehatan dan kelayakan kuda menjadi perhatian utama,” jelas Teddy.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Konfederasi Nasional PORDASI juga mencanangkan PON Berkuda 2027 sebagai ajang uji coba sekaligus babak kualifikasi PON XXII.
“PON Berkuda 2027 direncanakan sebagai test event dan sekaligus babak kualifikasi PON. Ini penting untuk memastikan kesiapan atlet, panitia, dan venue,” tegas Direktur Eksekutif Konfederasi Nasional PORDASI, Widodo Edi Sektianto.
Halaman Selanjutnya
Marciano Norman pun berpesan agar kepengurusan PORDASI di daerah aktif melakukan pembinaan dan koordinasi dengan KONI di setiap tingkatan.

2 weeks ago
12











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
