Tren Prediksi Kripto Pakai AI, Upbit Imbau Investor Tetap Berhati-Hati

6 hours ago 1

Senin, 16 Maret 2026 - 20:24 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin mempengaruhi berbagai sektor, termasuk industri aset kripto. Salah satu pemanfaatan yang semakin banyak dibicarakan adalah penggunaan AI untuk membantu memprediksi pergerakan harga aset digital.

Meskipun teknologi ini menawarkan berbagai potensi manfaat, para pelaku industri mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam prediksi harga tetap memiliki keterbatasan dan risiko yang perlu dipahami oleh investor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chief Executive Officer (CEO) Upbit Indonesia, Resna Raniadi mengatakan, AI dapat menjadi alat bantu yang berguna dalam menganalisis pasar kripto. Namun, hal itu tetap tidak dapat menggantikan pemahaman dasar terhadap pasar, serta pengambilan keputusan investasi yang bijak.

"AI mampu mengolah data dalam jumlah besar dengan sangat cepat, sehingga dapat membantu investor melihat pola atau tren pasar yang mungkin sulit terdeteksi secara manual," kata Resna dalam keterangannya, Senin, 16 Maret 2026.

Investasi kripto.

Photo :

  • www.freepik.com/free-vector

"Namun penting untuk diingat bahwa teknologi ini tetap memiliki keterbatasan dan tidak dapat menjamin prediksi harga yang akurat," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Resna menjelaskan bahwa AI semakin banyak digunakan untuk menganalisis berbagai indikator pasar. Cakupannya meliputi data historis harga, volume transaksi, sentimen media sosial, hingga perkembangan berita global yang dapat mempengaruhi pasar.

Dengan kemampuan memproses data secara real-time, AI berpotensi membantu investor memahami dinamika pasar dengan lebih cepat. Sejumlah platform telah mengembangkan model AI yang mampu memberikan analisis tren atau rekomendasi berbasis data.

Teknologi ini juga dapat mendorong investor untuk lebih memahami data serta berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan harga aset digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Meski demikian, Upbit Indonesia menekankan bahwa penggunaan AI dalam prediksi harga tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi," ujar Resna.

Pasar kripto dikenal memiliki tingkat volatilitas yang tinggi, serta dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti kebijakan regulasi, kondisi ekonomi global, dan sentimen pasar yang berubah dengan cepat. Di sisi lain, ketergantungan berlebihan pada hasil analisis otomatis tanpa memahami cara kerja teknologinya juga menjadi risiko tersendiri bagi investor.

Halaman Selanjutnya

"Investor tetap perlu melakukan riset secara mandiri, memahami profil risiko, serta tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan prediksi teknologi, termasuk AI," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |