Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB
VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali memancing amarah Iran di tengah prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Trump diketahui melontarkan ancaman yang menyebut dirinya bisa menghabisi para pemimpin Iran yang masih tersisa dengan satu tembakan saat proses pemakaman Ali Khamenei.
Namun hal tersebut diurungkan Trump dengan alasan jika semua pemimpin Iran tewas tidak ada lagi pihak yang bisa diajak bernegosiasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja dan kami bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukan itu karena nanti tidak akan ada lagi yang bisa diajak bernegosiasi... Mereka sekarang memohon agar bisa mencapai kesepakatan," kata Trump kepada Axios dikutip dari laman NDTV, Minggu 5 Juli 2026.
Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan sementara perundingan selama sepekan hingga rangkaian pemakaman Khamenei selesai. Selama masa jeda tersebut, Trump menyebut kedua belah pihak juga tidak akan saling melancarkan serangan.
Sebagai informasi, Ayatollah Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama 36 tahun, tewas pada 28 Februari, bertepatan dengan dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang kemudian memicu perang di Timur Tengah. Sejak Maret, berbagai spekulasi mengenai jadwal prosesi pemakamannya terus bermunculan. Meski dalam hukum Islam jenazah umumnya dimakamkan secepat mungkin, idealnya dalam waktu 24 jam, kondisi perang membuat aturan tersebut tidak dapat diterapkan.
Iran memilih 4 Juli, yang bertepatan dengan peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat, sebagai awal rangkaian upacara pemakaman Khamenei. Prosesi tersebut mencakup sejumlah acara di Kota Qom, kota suci yang berada di selatan Teheran, pada 7 Juli, serta berbagai prosesi keagamaan lainnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Rangkaian pemakaman akan berakhir pada 9 Juli dengan prosesi pemakaman Khamenei di kota kelahirannya, Mashhad, yang juga merupakan kota suci di timur laut Iran.
Jutaan warga Iran dilaporkan memadati jalan-jalan untuk mengikuti prosesi tersebut, menjadikannya salah satu peristiwa internasional yang mendapat perhatian luas.
Rusia Pesimis terhadap Pencapaian Kesepakatan Akhir antara Iran dan AS, Ini Penyebabnya
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan, proses pencapaian kesepakatan akhir antara Iran dan Amerika Serikat (AS) akan berlangsung sangat sulit.
VIVA.co.id
5 Juli 2026

1 week ago
11











