Trump Ancam Gempur Iran Lagi Rabu Malam, Sebut Serangan AS Belum Berakhir

6 days ago 2

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:20 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya kemungkinan kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu, 8 Juli 2026 waktu setempat. Pernyataan itu disampaikan setelah Trump menuding Teheran melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang berada di Selat Hormuz.

Ancaman tersebut disampaikan Trump saat menggelar konferensi pers menjelang pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang berlangsung di Ankara, Turki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Trump, Iran telah meluncurkan sejumlah pesawat nirawak (drone) dan satu rudal yang mengarah ke kapal-kapal di kawasan Selat Hormuz.

"Mereka meluncurkan serangkaian drone dan satu rudal ke kapal-kapal, karena mereka berada di selat, yang mana mereka berhak berada di sana," kata Trump, dikutip dari Sky News.

Sebut AS Sudah Menggempur Iran

Trump mengatakan aksi yang disebut dilakukan Iran menjadi alasan Amerika Serikat lebih dulu melancarkan serangan terhadap sasaran militer Iran di kawasan Selat Hormuz pada Selasa.

Meski demikian, Trump menegaskan operasi militer Amerika Serikat belum tentu berhenti sampai di situ. Ia bahkan mengisyaratkan adanya serangan lanjutan yang dapat dilakukan pada Rabu malam waktu setempat.

"Kita mungkin akan menyerang mereka lagi dengan keras malam ini. Aku akan memberi mereka sedikit peringatan," ujar Trump.

Ia kembali menegaskan sikapnya terhadap Iran dengan menyatakan bahwa serangan lanjutan masih menjadi opsi yang dipertimbangkan pemerintah Amerika Serikat.

"Kita akan memberi mereka pukulan telak malam ini. Tapi kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti," imbuhnya.

Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Berakhir

Sebelum melontarkan ancaman serangan terbaru, Trump juga menyampaikan pernyataan keras terkait nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam keterangannya di sela KTT NATO di Ankara, Trump menyebut kesepakatan tersebut tidak lagi memiliki arti dan hanya membuang waktu.

"Buat saya itu sudah berakhir," kata Trump, dikutip dari Al Jazeera.

Ia menilai upaya mencapai kesepakatan dengan Iran tidak lagi memberikan hasil yang diharapkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu cuma menghabiskan waktu membuat kesepakatan dengan mereka," ujarnya.

MoU Sempat Disepakati Awal Juni

Halaman Selanjutnya

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran sempat menyepakati sebuah nota kesepahaman pada awal Juni 2026. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di lokasi yang berbeda tanpa pertemuan langsung.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |