Rabu, 6 Mei 2026 - 13:00 WIB
VIVA –Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) mengaku kembali menjadi sasaran serangan rudal dan drine Iran selama dua hari berturut-turut. Namun pengakuan tersebut ditepis, Iran membantah bahwa negara mereka berada di balik serangan tersebut
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Selasa malam menyatakan bahwa pasukan mereka tidak melakukan operasi rudal atau drone apa pun terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Jika memang ada tindakan seperti itu, kami pasti akan mengumumkannya secara tegas dan jelas. Karena itu, laporan dari Kementerian Pertahanan negara tersebut sepenuhnya kami bantah dan tidak memiliki dasar kebenaran,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip kantor berita Fars News Agency dikutip dari laman Al Jazeera, Rabu 6 Mei 2026.
Menurut pihak UEA, serangan terjadi pada Selasa kemarin setelah sehari insiden sebelumnya yang melukai setidaknya tiga orang. Selain itu, sebuah drone juga sempat memicu kebakaran di fasilitas minyak terpenting UEA, di Furajirah.
Namun hingga kini dampak serangan terbaru Iran ke UEA masih belum diketahui secara pasti.
Serangan hari Senin
Senin 4 Mei kemarin Iran meluncurkan sekitar 15 rudal yang sebagian besar didominasi oleh rudal balistik ke UEA. Ini merupakan serangan pertama sejak gencatan senjata yang disepakati AS-Iran pada April lalu.
Menurut otoritas UEA, seluruh rudal tersebut berhasil dicegat, namun demikian kebakaran tetap terjadi di Fujairah. Akibat insiden tersebut tiga warga India mengalami luka-luka. Menyusul dengan insiden tersebut, pemerintah India mengecam keras dan menyebut bahwa hal tersebut tidak dapat diterima.
Meski terjadi saling serang, Washington menilai Iran belum melanggar kesepakatan gencatan senjata. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan bahwa operasi perlindungan jalur pelayaran komersial bersifat sementara dan pasukan AS tidak memasuki wilayah perairan maupun udara Iran.
“Kami tidak mencari konflik,” ujarnya, dengan nada yang oleh sebagian pengamat dinilai lebih moderat dari biasanya.
Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketegangan Iran-AS Berdampak ke Timur Tengah
Seperti diketahui, ketegangan di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran akan pecahnya perang antara Iran dan Amerika Serikat. Situasi ini dipicu oleh inisiatif yang diluncurkan Donald Trump, Project Freedom pada Senin kemarin.
Halaman Selanjutnya
Project Freedom ini merupakan inisiatif AS untuk mengawal kapal-kapal dagang untuk bisa melintasi Selat Hormuz.

1 week ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)