Universitas Bakrie Soroti Ancaman AI hingga Algoritma Media Sosial terhadap Ketahanan Budaya Lokal

1 week ago 9

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:30 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), algoritma media sosial, serta perubahan pola konsumsi informasi dinilai membawa tantangan baru terhadap keberlangsungan budaya lokal di Indonesia. Di tengah derasnya arus digitalisasi, masyarakat dituntut tidak hanya mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga menjaga identitas budaya agar tetap relevan di ruang digital.

Kepala Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Prima Mulyasari Agustini  mengatakan bahwa transformasi digital tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi budaya lokal, melainkan sebagai momentum untuk memperluas eksistensi dan daya saing budaya Indonesia di tingkat global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Budaya lokal memiliki kemampuan untuk terus hidup apabila mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ruang digital justru membuka peluang bagi masyarakat untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia kepada audiens yang jauh lebih luas. Yang dibutuhkan adalah strategi komunikasi yang tepat agar teknologi dan budaya dapat tumbuh secara berdampingan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 Juli 2026.

Sementara, dosen Universitas Bakrie, Hany Nurahmawati membahas dinamika komunikasi lintas budaya, branding, digital media, serta perubahan perilaku masyarakat dalam ekosistem digital.

Sementara itu, pakar branding dan komunikasi, Bambang Sukma Wijaya mengulas perkembangan Artificial Intelligence (AI), consumer culture, etika komunikasi, serta implikasinya terhadap praktik komunikasi modern.

Selain perkembangan AI, webinar juga mengangkat berbagai fenomena yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti disinformasi, cyberbullying, echo chamber akibat algoritma media sosial, hingga menurunnya kualitas ruang publik digital. 

Para narasumber menekankan pentingnya literasi digital sebagai fondasi untuk membangun masyarakat yang kritis, inklusif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dosen Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Eli Jamilah Miharja perkembangan teknologi perlu dipahami tidak hanya dari sisi inovasi, tetapi juga melalui perspektif sosial dan budaya.

"Transformasi digital tidak hanya mengubah teknologi yang kita gunakan, tetapi juga cara kita membangun relasi sosial, memahami budaya, dan membentuk identitas. Karena itu, pendekatan akademik melalui riset menjadi penting agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab tanpa mengikis nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa," jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Diskusi dalam webinar dibagi ke dalam dua sesi yang membahas berbagai perkembangan budaya digital kontemporer, mulai dari komunikasi lintas budaya, branding di era AI, perubahan perilaku masyarakat digital, hingga strategi mempertahankan identitas budaya Indonesia di tengah globalisasi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |