Untung Rp350 Juta Per Hektare, Titiek Soeharto: Ekspor Bawang Brebes Bisa Jadi Role Model Nasional

2 weeks ago 4

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:42 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediyati Hariyadi atau Titiek Soeharto melakukan kunjungan spesifik ke sentra industri bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.  

Titiek melihat langsung proses pengolahan bawang merah menjadi produk bernilai tambah, seperti bawang goreng dan pasta bawang merah. Menurut dia, produk olahan tersebut bukan hanya laris di pasar domestik tetapi tembus ke pasar ekspor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ternyata bawang merah itu kita hasilnya sudah melimpah. Alhamdulillah, kita bisa ekspor,” kata Titiek Soeharto melalui keterangannya, dikutip Rabu, 25 Februari 2026.

Kata dia, produk olahan bawang merah di Kabupaten Brebes sudah ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura hingga ke Arab Saudi. Bahkan, lanjut dia, keuntungan yang diraup petaninya cukup fantastis. 

“Petani bilang modalnya Rp40 juta per hektare, hasilnya Rp350 juta per hektar. Jadi untungnya besar sekali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Titiek mengungkapkan bawang merah tidak hanya dijual gelondongan mentah tetapi diproses dalam bentuk produk olahan seperti bawang goreng dan pasta bawang merah. Sedangkan, kata dia, hasil produk olahan tersebut diekspor ke Arab Saudi untuk kebutuhan konsumsi jemaah Indonesia.

“Ternyata pasta bawang merah itu diekspor ke Saudi nanti buat bumbu-bumbu, mungkin buat jamaah kita di sana ya. Jadi prospek daripada bawang merah ini bagus sekali di Indonesia,” jelas dia.

Titiek menambahkan permintaan stabil membuat harga bawang merah relatif terjaga, sehingga jika terjadi surplus produksi juga bisa dipasok ke pasar luar negeri.

“Kalau harganya tinggi, Insya Allah demand ada terus dan kalau lebih pun bisa diekspor. Jadi pasarnya selalu ada,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Titiek berharap industri bawang merah tidak hanya terpusat di Kabupaten Brebes saja, tetapi bisa ditularkan ke beberapa daerah di Indonesia supaya memberi nilai tambah produk dalam negeri di pasar global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya harap tidak hanya di Brebes yang sentra bawang merah selama ini, tapi bisa dikembangkan di daerah-daerah lain supaya ekspor kita juga bisa meningkat lagi,” ucapnya.

Selanjutnya, Titiek mencatat sejumlah kebutuhan mendesak ketika berdialog dengan para petani. Kata dia, petani meminta dukungan pembangunan cold storage untuk menjaga kualitas dan stabilitas harga saat panen raya, serta ketersediaan bibit unggul dan pupuk.

Halaman Selanjutnya

“Kami menanyakan juga kepada petani-petaninya apa lagi yang masih dibutuhkan, mereka masih butuh cold storage, mungkin pupuk, bibit. Ini menjadi perhatian kami,” tegas Titiek.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |