Usai Kasus Vinicius Junior-Prestianni, FIFA Kaji Aturan Larangan Pemain Tutup Mulut

2 weeks ago 5

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:04 WIB

VIVA – FIFA dikabarkan tengah mempertimbangkan aturan baru yang dijuluki “Prestianni Law” menyusul dugaan rasisme dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Estadio da Luz, Rabu 18 Februari 2026 dini hari WIB.

Insiden tersebut melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang dituduh melakukan penghinaan rasial terhadap Vinicius Junior pada awal babak kedua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut klaim para pemain Real Madrid, termasuk Kylian Mbappe, Prestianni disebut melontarkan kata "monyet" sebanyak lima kali sambil menutup mulutnya dengan kaus. Wasit asal Prancis, Francois Letexier, sempat menghentikan pertandingan selama 11 menit sebelum laga dilanjutkan kembali.

Prestianni membantah tuduhan tersebut melalui pernyataan di Instagram Story setelah kemenangan 1-0 Real Madrid. Ia menegaskan tidak pernah melontarkan hinaan rasis dan menyebut telah terjadi kesalahpahaman. Pemain berusia 20 tahun itu juga mengaku menerima ancaman setelah insiden tersebut.

Momen pemain Benfica Gianluca Prestianni diduga lontarkan ujaran rasis ke Vinicius Junior

Klub Benfica turut merespons melalui unggahan di media sosial dengan menyatakan para pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar secara jelas apa yang dituduhkan, merujuk pada rekaman pertandingan yang beredar.

Mengutip laporan beIN Sports, FIFA kini tengah menyiapkan proposal aturan yang memungkinkan pemberian sanksi kepada pemain yang sengaja menutup mulut saat diduga melontarkan penghinaan. Regulasi yang dijuluki “Prestianni Law” itu bertujuan menutup celah disiplin yang menyulitkan investigasi kasus dugaan pelecehan verbal di lapangan.

Dalam praktiknya, penggunaan teknologi di stadion belum mampu memastikan secara akurat ucapan pemain yang menutup mulut dengan tangan atau jersey. Selama ini, gestur tersebut lazim dilakukan untuk percakapan taktis, namun insiden terbaru dinilai menimbulkan tantangan serius bagi otoritas sepak bola internasional.

Disebutkan pula bahwa gagasan tersebut berasal dari Panel Pemain FIFA, kelompok mantan pesepak bola profesional yang terlibat dalam penyusunan strategi pemberantasan ujaran kebencian dalam sepak bola.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski masih dalam tahap pembahasan, aturan baru itu berpotensi memberikan sanksi kepada pemain yang dengan sengaja menutup mulut untuk menghindari pengawasan, terlepas dari dapat atau tidaknya ucapan tersebut dibuktikan secara pasti.

Apabila terbukti bersalah oleh UEFA, Prestianni terancam hukuman larangan bermain hingga 10 pertandingan. Namun untuk saat ini, ia tetap tersedia memperkuat Benfica pada leg kedua melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu pekan depan.

Presiden FIFA Gianni Infantino berpose bersama Trump di KTT Gaza

Hadir KTT Board of Peace, Presiden FIFA Bicara soal Bangun Stadion 25 Ribu Penonton di Gaza

Presiden FIFA, Gianni Infantino menghadiri KTT Board of Peace (BoP) di Washington dan mengumumkan kemitraan FIFA untuk membangun infrastruktur sepak bola di Jalur Gaza.

img_title

VIVA.co.id

20 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |