Utang Luar Negeri RI Juli 2026 Naik Jadi US$454,8 Miliar Gegara Ini

1 week ago 3

Selasa, 15 September 2026 - 16:59 WIB

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 naik sebesar 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) sehingga mencapai US$454,8 miliar. Nilai tersebut mencapai rasio ULN terhadap PDB sebesar 30,7 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, mengatakan, posisi ULN pada periode tersebut relatif stabil apabila dibandingkan dengan posisi pada Juni 2026 yang sebesar US$454,5 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 tetap terjaga," kata Denny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Lebih lanjut, perkembangan ULN pada Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN publik di tengah penurunan ULN swasta. Posisi ULN pemerintah pada Juli 2026 tercatat 218,4 miliar dolar AS atau tumbuh sebesar 3,2 persen (yoy).

Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia tetap terjaga.

Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara prudent, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal.

Sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif dengan tetap memperhatikan aspek sustainabilitas pengelolaan ULN.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,0 persen dari total ULN pemerintah); administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (20,7 persen); jasa pendidikan (16,2 persen); konstruksi (11,5 persen); serta transportasi dan pergudangan (8,5 persen).

Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang. Di sisi lain, posisi ULN swasta pada Juli 2026 tercatat sebesar 194,5 miliar dolar AS atau mengalami kontraksi sebesar 1,2 persen (yoy).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkembangan tersebut didorong oleh ULN kelompok peminjam bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) dan lembaga keuangan (financial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 1,4 persen (yoy) dan 0,3 persen (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, posisi ULN swasta terutama berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian dengan pangsa mencapai 80,6 persen dari total ULN swasta. ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang.

Halaman Selanjutnya

Struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap PDB sebesar 30,7 persen pada Juli 2026 dan didominasi oleh ULN jangka panjang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |