Viral! Kronologi RM Pagi Sore Diboikot Turis Malaysia: Gegara Tuduhan Gak Bayar Rp900 Ribu

3 weeks ago 8

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:21 WIB

Jakarta, VIVA – Rumah makan Padang legendaris RM Pagi Sore tengah menjadi sorotan publik setelah muncul tuduhan bahwa sekelompok wisatawan asal Malaysia meninggalkan restoran tanpa membayar tagihan makanan senilai Rp907.500. Insiden yang terjadi di cabang Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, itu kemudian viral di media sosial hingga memicu ajakan boikot dari sejumlah warganet Negeri Jiran.

Peristiwa tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Threads milik turis Malaysia bernama Norain Yunus. Dalam unggahannya, ia menceritakan pengalaman rombongannya saat singgah di RM Pagi Sore cabang PIK pada Rabu, 13 Mei, sesaat setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ceritanya sebelum ke Bandung, kita memutuskan untuk makan di Pagi Sore semenjak ini menjadi restoran tempat orang Malaysia makan kalau ke Jakarta,” tulis Norain, dikutip Selasa 19 Mei 2026.

Menurut penuturannya, rombongan yang terdiri dari enam orang itu memesan sembilan jenis lauk khas Minang dan menyelesaikan pembayaran menggunakan kartu debit dengan total tagihan Rp907.500. Situasi berubah beberapa hari kemudian ketika sopir dari agen perjalanan yang mendampingi mereka tiba-tiba meminta bukti pembayaran restoran.

Norain mengaku terkejut karena rombongannya disebut viral usai dituduh pergi tanpa melunasi tagihan makanan. Ia kemudian memeriksa kembali mutasi pembayaran dan mencari struk transaksi yang ternyata masih tersimpan di dalam tasnya. Bukti pembayaran tersebut lalu diteruskan kepada agen perjalanan untuk dikirimkan kepada pihak restoran.

“Setelah kami mencari di dalam tas, ketemu bukti pembayarannya. Bayangkan kalau kami membayar secara tunai dan bukti pembayarannya tidak ditemukan,” tulisnya lagi.

Unggahan tersebut langsung menuai perhatian luas di media sosial Malaysia maupun Indonesia. Banyak warganet mempertanyakan prosedur verifikasi pembayaran di restoran, terutama karena transaksi non-tunai seharusnya dapat ditelusuri dengan lebih mudah sebelum muncul tuduhan kepada pelanggan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah bukti transaksi diperlihatkan, pihak RM Pagi Sore akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui sebuah video yang dikirim kepada agen perjalanan rombongan wisatawan tersebut.

“Kejadian ini murni karena miskomunikasi dan bukan unsur kesengajaan dari pihak manapun. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya yang telah terjadi dan berharap hubungan baik tetap terjaga dengan baik ke depannya,” ujar perwakilan RM Pagi Sore cabang PIK.

Halaman Selanjutnya

Meski klarifikasi telah disampaikan, polemik terlanjur meluas. Salah satu akun agen perjalanan Malaysia bernama @tripadukberadik bahkan menyerukan aksi boikot terhadap restoran tersebut. Dalam unggahannya, akun itu menyatakan kekecewaan atas perlakuan yang diterima wisatawan Malaysia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |