Viral Seruan Denny Sumargo Minta Kawal Kasus Santri Diduga Dibakar di Lombok, Begini Kronologi Lengkapnya

1 week ago 2

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:45 WIB

Jakarta, VIVA – Kasus dugaan pembakaran santri di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menjadi sorotan publik. Perhatian masyarakat semakin besar setelah presenter dan aktor Denny Sumargo menyuarakan permintaan agar kasus tersebut terus dikawal hingga proses hukumnya berjalan secara transparan. 

Kasus ini menyita perhatian karena menyebabkan satu santri meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar berat hingga cacat permanen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui unggahan di media sosial, Denny Sumargo mengaku prihatin dengan kondisi para korban dan keluarga. Ia juga mempertanyakan lambannya perkembangan kasus yang menurut keterangan keluarga korban telah dilaporkan sejak beberapa bulan lalu. 

Dalam pernyataannya, Denny Sumargo mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim sempat berinisiatif membantu keluarga korban agar bisa datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mereka. Namun, rencana tersebut batal terlaksana.

"Bagaimana kalau itu anak kalian? Apa yang akan kalian lakukan? Kasus ini, menurut keluarga korban, itu sudah dilaporkan sekitar tujuh sampai delapan bulan yang lalu, tapi tidak ada titik terangnya," ujarnya, sebagaimana dikutip dari Instagram, Rabu, 8 Juli 2026.

"Karena itu kami kemarin memutuskan untuk memberikan tiket dan menyiapkan akomodasi agar keluarga bisa datang ke Jakarta tepat gitu hari ini. Namun hari ini gue mendapat kabar bahwa mereka tidak boleh berangkat," ungkapnya. 

Ia juga meminta semua pihak tidak terburu-buru saling menyalahkan, tetapi membuka ruang agar fakta-fakta dapat dijelaskan secara transparan. "Kenapa mereka sampai tidak jadi berangkat? Apa yang sebenarnya terjadi? Jadi begini, masyarakat itu bukan ingin menyalahkan. Justru karena mereka melihat korban yang sudah hilang begitu banyak, tapi masih kesulitan untuk menyampaikan suaranya. Kalau memang tidak ada yang salah dalam prosesnya, maka keterbukan itu adalah jawaban terbaik."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Denny, keterbukaan menjadi kunci agar polemik tidak berkembang menjadi berbagai spekulasi di tengah masyarakat. "Dan sebaliknya jika pertanyaan-pertanyaan ini terus dibiarkan tanpa penjelasan, tidak bisa juga disalahkan masyarakat apabila muncul berbagai asumsi."

Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat terus mengawal jalannya proses hukum. "Tolong bantu kawal," tegasnya. 

Halaman Selanjutnya

Kronologi Kejadian

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |