Selasa, 19 Mei 2026 - 19:52 WIB
VIVA – Gubernur California Gavin Newsom tidak akan menoleransi aksi teror terhadap komunitas keagamaan setelah lima orang, termasuk dua terduga pelaku penembakan, tewas dalam insiden penembakan di Islamic Center di San Diego.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin, Newsom mengatakan bahwa ia dan istrinya, Jennifer Siebel Newsom, terkejut oleh serangan kekerasan di Islamic Center, tempat keluarga dan anak-anak berkumpul, serta para tetangga beribadah dalam damai dan kebersamaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jennifer dan saya sangat terkejut atas serangan kekerasan hari ini di Pusat Islam San Diego, tempat keluarga dan anak-anak berkumpul, dan tetangga beribadah dengan damai dan penuh persaudaraan," kata Newsom dalam sebuah pernyataan.
"Hari ini, ruang komunitas ini hancur oleh tembakan senjata. California menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan komunitas yang terdampak oleh penembakan hari ini, kata Newsom.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan mengatakan bahwa personel dari Patroli Jalan Raya California dan Kantor Layanan Darurat Gubernur telah dikerahkan untuk berkoordinasi dengan otoritas setempat dan memberikan bantuan negara.
"California menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan komunitas yang terdampak oleh penembakan hari ini."
"Para jemaah di mana pun seharusnya tidak perlu takut akan nyawa mereka," tambah Newsom. "Kebencian tidak memiliki tempat di California, dan kami tidak akan mentolerir tindakan teror atau intimidasi terhadap komunitas beragama."
Kecam Islamofobia
Terpisah, Wali Kota San Diego Todd Gloria mengutuk kekerasan yang didorong oleh kebencian dan bersumpah bahwa mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi "kekuatan penuh" penegak hukum.
"Tidak seorang pun di kota kita seharusnya hidup dalam ketakutan karena identitas mereka, keyakinan mereka, atau tempat belajar mereka," kata Gloria dalam konferensi pers.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wali kota juga menyesalkan bahwa serangan itu terjadi selama periode penting dalam kalender Islam, menjelang Idul Adha — juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban — dan ibadah haji tahunan umat Muslim ke kota suci Mekkah di Arab Saudi.
"Kebencian tidak memiliki tempat di San Diego. Islamofobia tidak memiliki tempat di San Diego. Serangan terhadap warga San Diego mana pun adalah serangan terhadap semua warga San Diego, dan kami tidak akan mentolerirnya," kata Gloria.
Halaman Selanjutnya
Sebelumnya, tiga orang ditembak mati di sebuah masjid di San Diego, California, pada hari Senin, dengan dua tersangka remaja ditemukan tewas di dekat lokasi kejadian. Polisi mengatakan insiden tersebut diduga sebagai kejahatan kebencian terhadap suatu kelompok.

3 weeks ago
10















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)