Wamendag: Transaksi di Misi Dagang Indonesia-Tiongkok Tembus Rp 1,07 Triliun

3 weeks ago 11

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:57 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri melaporkan, misi dagang Indonesia di Tiongkok berhasil mencatat transaksi perdagangan senilai US$60,3 juta atau setara Rp 1,07 triliun, melalui rangkaian kegiatan promosi dagang Indonesia di Shanghai.

Wamendag menjelaskan, capaian tersebut diperoleh dari partisipasi Indonesia pada SIAL Shanghai 2026, serta pelaksanaan "Indonesia–China Business Forum: Advancing Trade, Enhancing Partnership".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nilai transaksi tersebut melampaui target awal yang diproyeksikan sebesar US$30 juta, dan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai US$60,3 juta," kata Dyah Roro dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri

Wamendag menegaskan, capaian ini menjadi sinyal positif atas semakin kuatnya minat pasar Tiongkok terhadap produk unggulan Indonesia, sekaligus mempertegas daya saing produk nasional di pasar global.

Keberhasilan misi dagang ini turut diperkuat melalui penandatanganan tujuh nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor strategis, mulai dari pangan olahan, produk kelapa, hasil perikanan, kopi, hingga rumput laut. 

Nilai transaksi tersebut juga diproyeksikan masih akan terus bertambah seiring tingginya antusiasme pelaku usaha Tiongkok dalam menjajaki kemitraan bisnis dengan Indonesia.

“Misi dagang ini menjadi bentuk konkret tindak lanjut penguatan hubungan ekonomi Indonesia–Tiongkok, yang terus didorong Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo melalui diplomasi perdagangan, perluasan akses pasar, dan penguatan kemitraan strategis kedua negara,” ujar Dyah Roro.

Menindaklanjuti hal tersebut, Wamendag pun mengambil langkah strategis melalui pelaksanaan misi dagang dan forum bisnis, guna memperluas akses pasar, memperkuat kemitraan antarpelaku usaha, serta mendorong peningkatan ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar Tiongkok.

Dia juga menyampaikan, hubungan perdagangan Indonesia–Tiongkok terus menunjukkan tren positif dan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan perdagangan Indonesia di kawasan Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Hubungan perdagangan Indonesia dan Tiongkok terus berkembang secara positif. Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia dan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara,” ujarnya.

Diketahui, dalam periode 2021–2025, total perdagangan Indonesia dan Tiongkok tumbuh dengan tren positif sebesar 7,24 persen. Pada tahun 2025, ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai US$67 miliar, yang mencerminkan tingginya permintaan dan semakin kuatnya daya saing produk Indonesia di pasar Tiongkok.

Halaman Selanjutnya

Di tengah tantangan ekonomi global, kinerja ekspor Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pada tahun 2025, nilai ekspor Indonesia mencapai US$282,91 miliar, atau tumbuh 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor Indonesia pada periode Januari–Maret 2026 tercatat sebesar US$66,85 miliar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |