Wanita Disekap di Bandung, Atalia Soroti Kekerasan Tak Tercium Publik dan Ajak Warga Cari Pelaku

4 hours ago 2

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:40 WIB

VIVA –Kasus penyekapan terhadap wanita berinisial YTR di Bandung Jawa Barat mendapat sorotan hangat publik. Wanita berusia 29 tahun itu diketahui disekap selama tiga tahun oleh kekasihnya berinisial TH di sebuah kamar kos.

Selama tiga tahun itu, YTR diduga mendapat sejumlah kekerasan dari pelaku hingga menyebabkan bibir atasnya hilang, luka parah di area kepala, hingga tubuh. Korban juga mengalami kesulitan untuk melihat dan berkomunikasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nasib malang yang menimpa YTR ini juga mendapat perhatian dari anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi Partai Golkar, Atalia Praratya

"Tiga tahun. Bukan tiga hari. Bukan tiga minggu. Bukan tiga bulan. Tiga tahun seorang perempuan diduga hidup dalam penyekapan dan penderitaan. Kepala penuh luka dan nanah, wajah hancur, bibir hilang, mata buta, sekujur tubuh penuh sundutan rokok, kaki dibacok," tulis Atalia di akun Instagramnya, Minggu 21 Juni 2026.

Atalia turut menyoroti tidak terdeteksinya kasus dugaan kekerasan yang dialami YTR selama tiga tahun, meski terjadi di lingkungan kos yang berada dekat dengan aktivitas masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan karena seharusnya ada tanda-tanda yang dapat ditangkap oleh lingkungan sekitar selama peristiwa itu berlangsung.

"Yang membuat miris, Kemana kita semua selama tiga tahun itu? orang-orang yang mungkin melihat sesuatu yang janggal, apakah benar tidak ada satu pun tanda yang terlihat? Kasus ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial bukan sekadar menyapa tetangga atau bertegur sapa," tulis Atalia.

Ia menambahkan, kepedulian sosial seharusnya tidak berhenti pada interaksi sehari-hari, tetapi juga peka terhadap kondisi di sekitar yang berpotensi membahayakan orang lain.

"Terkadang, satu pertanyaan sederhana, satu bentuk perhatian kecil, bisa menjadi jalan penyelamat bagi seseorang yang sedang berada dalam situasi berbahaya," sambung dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atalia juga menyampaikan dukungan moril kepada korban. Ia mengajak masyarakat untuk turut membantu mencari pelaku yang hingga kini masih belum ditemukan dan diduga masih berkeliaran.

Ia juga meminta partisipasi publik dalam memberikan informasi kepada pihak berwajib apabila mengetahui keberadaan pelaku.

Halaman Selanjutnya

"Teteh.. hati dan pikiran saya sepenuhnya bersama teteh dan keluarga. Terduga pelaku belum ditemukan. Jika Anda melihat, mengenali, atau mengetahui keberadaannya, segera laporkan dan hubungi pihak berwajib melalui saluran resmi @humaspoldajabar atau kepolisian setempat. Cari dan Hukum pelaku seberat beratnya!," tulis dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |