WNI Buronan Interpol Ditangkap! Ternyata Operator Penipuan Internasional

1 week ago 6

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:22 WIB

Jakarta, VIVA - Warga negara Indonesia (WNI) yang masuk dalam daftar buronan Red Notice Interpol (RNI) terkait kasus penipuan daring (online) lintas negara, berhasil dicokok Tim gabungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Adapaun buronan tersebut berinisial LCS. Yang bersangkutan diringkus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Minggu, 3 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Himawan Bayu Aji menyebut, penangkapan itu merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberantas kejahatan siber lintas negara.

"Penangkapan terhadap tersangka LCS ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi lintas negara serta bentuk keseriusan kami dalam menindak pelaku kejahatan siber, khususnya penipuan online yang merugikan masyarakat luas," kata dia, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan LCS termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Ia sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan online lintas negara yang melibatkan jaringan internasional yang beroperasi di Kamboja.

Kasus tersebut tercatat memiliki sedikitnya 23 laporan polisi (LP) dari berbagai wilayah di Indonesia. Seluruh laporan tersebut kini ditangani terpusat oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri guna mempermudah proses penyidikan serta pemberkasan perkara.

Berdasarkan hasil penyidikan, LCS diduga berperan sebagai operator dalam menjalankan aksi penipuan online dengan menggunakan platform bernama "abbishopee".

Usai ditangkap, saat ini tersangka LCS telah diamankan dan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Bareskrim Polri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Himawan mengatakan Polri akan terus mengembangkan kasus itu untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

"Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan internasional yang terlibat serta menelusuri aliran dana hasil kejahatan guna pemulihan kerugian para korban," ujarnya. (Ant)

Kantor Polresta Bengkulu di Kota Bengkulu

Heboh! Wakil Rektor Unived Bengkulu Jadi Tersangka Dugaan Aniaya Mahasiswa

Wakil Rektor III Universitas Dehasen (Unived), berinisial YA (37), ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap mahasiswanya.

img_title

VIVA.co.id

4 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |