Xabi Alonso Tolak Marseille, Soroti Ketidakstabilan Internal Klub Ligue 1

2 weeks ago 6

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:02 WIB

VIVA – Xabi Alonso dilaporkan menolak tawaran resmi untuk menjadi pelatih kepala baru Olympique de Marseille karena kekhawatiran terhadap ketidakstabilan internal klub Ligue 1 tersebut. Keputusan itu muncul setelah Marseille mencari pengganti Roberto De Zerbi yang hengkang awal bulan ini.

Menurut laporan RMC Sport, pendekatan terhadap Alonso dilakukan segera setelah ia berstatus tanpa klub usai dipecat oleh Real Madrid pada awal Januari. Namun tawaran tersebut disebut langsung ditolak karena mantan gelandang timnas Spanyol itu menginginkan proyek yang lebih stabil secara struktural.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marseille tengah berada dalam situasi tidak menentu sejak De Zerbi pergi menyusul kekalahan 0-5 dari Paris Saint-Germain pada 8 Februari. Situasi semakin kompleks ketika direktur olahraga Medhi Benatia sempat mengajukan pengunduran diri sebelum akhirnya dibatalkan oleh pemilik klub, Frank McCourt.

Xabi Alonso

Photo :

  • instagram @bayer04fussball

Dalam restrukturisasi terbaru, presiden klub Pablo Longoria dialihkan ke tanggung jawab institusional, sementara Benatia diberi kendali penuh atas operasional olahraga hingga akhir musim. Pergeseran struktur kepemimpinan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Alonso enggan mengambil risiko di lingkungan yang belum stabil.

Sebelumnya, Alonso menjalani masa tujuh bulan bersama Real Madrid yang berakhir setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Ia dikabarkan kini lebih memprioritaskan proyek jangka panjang dengan fondasi manajemen yang jelas, menyusul keberhasilannya dalam periode tiga tahun di Bayer Leverkusen.

Penolakan terhadap Marseille juga muncul di tengah spekulasi terkait masa depan kursi pelatih Liverpool. Meski Arne Slot belum berada dalam ancaman langsung, performa The Reds yang tertahan di posisi keenam Liga Premier memunculkan pembahasan mengenai potensi perubahan pada akhir musim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah gagal mendapatkan Alonso, Marseille menunjuk mantan bek Newcastle, Habib Beye, sebagai pelatih anyar hanya sepekan setelah ia meninggalkan Rennes. McCourt menegaskan langkah tersebut diambil untuk menjaga daya saing tim sekaligus memastikan stabilitas operasional olahraga di bawah struktur baru yang dipimpin Benatia.

Dengan dinamika manajemen yang masih berlangsung, Marseille kini berupaya memulihkan fokus pada target kualifikasi Liga Champions dan performa di kompetisi domestik.

Momen pemain Benfica Gianluca Prestianni diduga lontarkan ujaran rasis ke Vinicius Junior

Usai Kasus Vinicius Junior-Prestianni, FIFA Kaji Aturan Larangan Pemain Tutup Mulut

FIFA mempertimbangkan aturan baru “Hukum Prestianni” setelah dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior pada laga Benfica vs Real Madrid di Liga Champions.

img_title

VIVA.co.id

20 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |