YAICI Salurkan Makanan Bergizi & Pemulihan Psikologis ke Anak-anak di Aceh Tamiang

2 weeks ago 4

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:01 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah saat ini tengah mengupayakan pemulihan pascabencana banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 lalu di beberapa wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Namun, para penyintas bencana ini ternyata juga sangat mengharapkan makanan dan minuman bergizi, serta trauma healing untuk menunjang kesehatan anak-anak mereka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris Jenderal Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Satria Yudistira mengatakan, fakta itu ditemuinya saat mengunjungi masyarakat yang hingga saat ini masih tinggal di sekitar daerah bencana, seperti Desa Serba dan Desa Pematang Durian, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Makanan yang tersaji umumnya juga lebih pas untuk dikonsumsi orang-orang dewasa, dan seringnya berupa makanan instan yang secara kesehatan kurang bagus untuk dikonsumsi anak-anak. Kebutuhan air layak minum juga masih sangat sulit ditemui di kedua desa ini," kata Satria dalam keterangannya, Selasa, 24 Februari 2026.

Anak-anak Aceh

Photo :

  • VIVAnews/Zulfikar Husein

Dia mengatakan kunjungan ke dua daerah bencana di Aceh Tamiang ini dilakukan atas kepedulian untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana hebat yang dialami. YAICI memandang bahwa situasi bencana tidak hanya menghadirkan krisis kemanusiaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang terhadap kesehatan anak.

"Sebagai yayasan yang konsen terhadap kesehatan dan perlindungan anak, kami ingin kehadiran kami di dua desa ini bisa membantu anak-anak di sini, khususnya mengurangi trauma yang dialami mereka pasca terjadinya bencana. Kami rindu anak-anak di sini bisa kembali beraktivitas secara normal seperti sebelum terkena bencana,” ujarnya. 

Untuk itu, Satria mengatakan selama beberapa hari berada di dua desa ini, YAICI melakukan kegiatan trauma healing terhadap anak-anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita melakukan beberapa permainan dengan anak-anak. Kita bermain game seperti sambung kata dan tebak gaya dengan mereka. Kami berharap dengan bermain bersama anak-anak di kedua desa ini, mereka bisa melupakan dengan apa yang mereka alami atau setidaknya escape sebentar,” kata Satria,

Dia menjelaskan, anak-anak di dua desa itu terlihat sangat senang ketika diajak bermain. Bahkan ada juga yang sangat senang saat YAICI menggunakan mainan boneka dalam game dan meminta untuk diberikan kepadanya.

Halaman Selanjutnya

"Kejadian itu membuat kami berpikir bahwa yang dibutuhkan anak-anak di daerah bencana itu ternyata bukan cuma pangan, infrastruktur, dan uang saja seperti yang kita tahu selama ini. Tapi ternyata ada yang terlewat, anak-anak ini butuh kita bisa bermain bareng sama mereka,” kata Satria.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |