VIVA – Mantan CEO PSIS Semarang, A.S. Sukawijaya alias Yoyok Sukawi, mengungkapkan rasa kecewanya setelah Pratama Arhan resmi bergabung dengan Persija Jakarta. Menurutnya, terdapat perjanjian tertulis yang menyebut bek berusia 24 tahun itu harus kembali membela PSIS apabila memutuskan berkarier lagi di Indonesia setelah merantau ke luar negeri.
Pratama Arhan resmi menjadi pemain Persija Jakarta usai mengakhiri kebersamaannya dengan klub Liga Thailand, Bangkok United. Mantan pemain Tokyo Verdy tersebut dikontrak selama tiga musim oleh Macan Kemayoran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepindahan itu sekaligus mengakhiri perjalanan Arhan selama empat musim berkarier di luar negeri. Sejak meninggalkan PSIS pada 2022, ia sempat memperkuat Tokyo Verdy di Jepang, kemudian Suwon FC di Korea Selatan, sebelum bergabung dengan Bangkok United pada 2025.
Di balik kepindahan tersebut, Yoyok Sukawi mengaku kecewa karena Arhan memilih Persija. Ia menegaskan telah memiliki kesepakatan tertulis dengan sang pemain sejak proses kepindahannya ke Jepang.
Bek Tokyo Verdy Pratama Arhan
Photo :
- Instagram @tokyo_verdy
"Bahwa sejatinya antara saya dan Arhan memang ada perjanjian tertulis bahwa Arhan boleh bebas berkarier ke luar negeri," ujar Yoyok Sukawi.
"Saya akan melepas dengan ikhlas tanpa kompensasi transfer satu rupiah pun dan nanti apabila kontrak di luar negeri telah selesai dan bermaksud untuk berkarier kembali ke Indonesia, Arhan wajib kembali ke PSIS Semarang," lanjutnya.
Yoyok mengungkapkan bahwa dalam hati kecilnya ia masih berharap Arhan kembali memperkuat PSIS setelah menyelesaikan kariernya di luar negeri. Ia bahkan memperlihatkan surat perjanjian yang ditandatangani bersama Arhan pada 21 Januari 2022 sebagai bukti adanya kesepakatan tersebut.
"Sebenarnya dalam hati kecil saya, saya masih ingin Arhan membela PSIS Semarang kembali," ucapnya.
CEO PSIS Yoyok Sukawi
Photo :
- Teguh Joko Sutrisno (antv/tvone)
Yoyok kemudian menceritakan proses kepindahan Arhan ke Tokyo Verdy pada 2022. Saat itu, PSIS memutuskan melepas pemain Timnas Indonesia tersebut tanpa menerima biaya transfer.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saat itu, Arhan telah menjelma menjadi bintang timnas dengan posisi bek kiri dan memiliki kelebihan, kecepatan, fisik yang prima, kaki kiri yang kuat, serta spesialis lemparan ke dalam yang membahayakan pertahanan lawan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pada saat itu banyak klub Indonesia yang berminat merekrut Arhan. Namun, PSIS memilih mempertahankannya karena menjadi salah satu pemain kunci di lini pertahanan.
Halaman Selanjutnya
"Saat itu banyak tawaran transfer dari klub lokal. Namun kita tidak akan lepas dengan harga berapa pun karena bagi PSIS, Arhan adalah andalan utama di sisi kiri dan Dewangga di sisi kanan," katanya.

1 week ago
10











