Jakarta, VIVA – Mobil listrik semakin diminati masyarakat Indonesia karena menawarkan efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Selain biaya operasional yang lebih rendah, konsumsi listrik yang irit juga menjadi salah satu faktor utama dalam memilih kendaraan listrik.
Seiring berkembangnya teknologi, produsen otomotif kini berlomba menghadirkan mobil listrik dengan efisiensi yang semakin tinggi. Hal ini membuat biaya penggunaan per kilometer menjadi jauh lebih murah, bahkan bisa hanya sepersekian dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mobil listrik berukuran kecil atau city car umumnya menjadi yang paling irit karena bobotnya ringan dan kebutuhan energinya lebih rendah. Sementara itu, mobil dengan dimensi lebih besar seperti SUV tetap efisien, meski konsumsi energinya sedikit lebih tinggi karena faktor ukuran dan performa.
Efisiensi mobil listrik biasanya diukur dalam satuan kWh per 100 kilometer. Semakin kecil angkanya, maka semakin hemat energi yang digunakan, dan secara langsung berdampak pada biaya pengisian daya yang lebih rendah.
Berikut daftar 10 mobil listrik paling irit yang saat ini tersedia di pasar Indonesia, hasil rangkuman VIVA Otomotif Rabu 18 Maret 2026:
1. Geely EX2 – ±11,8 kWh/100 km
2. Wuling Air EV – ±10–12 kWh/100 km
3. BYD Atto 1 – ±10–12 kWh/100 km
4. Wuling BinguoEV – ±10–13 kWh/100 km
5. Citroën e-C3 – ±12–14 kWh/100 km
6. Hyundai Kona Electric – ±12–14 kWh/100 km
7. MG 4 EV – ±13–16 kWh/100 km
8. BYD Dolphin – ±15–16 kWh/100 km
9. Neta V / V-II – ±13–15 kWh/100 km
10. Hyundai Ioniq 5 – ±15–18 kWh/100 km
Jika dilihat dari daftar tersebut, mobil listrik dengan ukuran lebih kecil seperti Wuling Air EV dan BYD Atto 1 menjadi yang paling unggul dalam hal efisiensi. Hal ini membuat biaya penggunaan per kilometer menjadi jauh lebih rendah dibandingkan mobil konvensional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, mobil listrik dengan ukuran lebih besar seperti Hyundai Ioniq 5 tetap menawarkan efisiensi yang kompetitif. Meski konsumsi energinya lebih tinggi, biaya operasionalnya masih tergolong hemat jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin.
Dengan semakin banyaknya pilihan mobil listrik di Indonesia, konsumen kini memiliki fleksibilitas dalam memilih kendaraan sesuai kebutuhan. Baik untuk penggunaan harian di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh seperti mudik, efisiensi energi menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Lengkap! Daftar SPKLU di Tol Jawa untuk Mudik Lebaran 2026
Jasa Marga bersama sejumlah pihak kini telah memperluas jaringan SPKLU di berbagai rest area Tol Trans Jawa. Fasilitas ini tersebar mulai dari wilayah Jabodetabek hingga
VIVA.co.id
18 Maret 2026

3 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
