Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:08 WIB
Jakarta, VIVA – Sedikitnya 10.000 keluarga diperkirakan kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dahsyat di Nepal, kata Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
"Situasinya sangat parah dan menimbulkan kerusakan besar," kata juru bicara IFRC Tommaso Della Longa kepada CNN.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia mengatakan sedikitnya 10.000 keluarga diperkirakan kini tidak memiliki tempat tinggal, sementara upaya untuk menjangkau mereka masih sangat sulit karena jalan dan jembatan hancur, jaringan komunikasi terputus, dan sejumlah komunitas hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter.
Kepada BBC, Kepala Delegasi IFRC di Nepal David Fisher mengatakan seluruh desa dan pasar hilang akibat banjir bandang yang mematikan tersebut.
Berdasarkan citra satelit, banjir kemungkinan dipicu oleh bongkahan es besar yang terlepas dari gletser Himalaya sekitar 20 kilometer (12,4 mil) di timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi.
Runtuhan tersebut membawa berton-ton es dan bebatuan jatuh ke Sungai Bhotekoshi di bagian bawahnya, sehingga menyebabkan banjir bandang besar secara tiba-tiba. (Ant)
390 Orang Tewas dan Ribuan Masih Hilang Akibat Banjir-Longsor di Perbatasan Nepal-China
Lebih dari 1.400 orang dilaporkan hilang dan ratusan lainnya tewas setelah banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di perbatasan antara Nepal dan Tibet China
VIVA.co.id
28 Agustus 2026

2 weeks ago
12













