Serang, VIVA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten melaporkan dua orang warga Kabupaten Serang harus dirujuk ke rumah sakit akibat mengalami gangguan pernapasan pasca paparan abu vulkanik.
Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti, di Serang, Minggu, mengonfirmasi bahwa kedua pasien tersebut merupakan warga Kabupaten Serang yang kini tengah menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di wilayah Kota Serang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meskipun sudah ada warga yang dirawat, Ati menyebut tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tingkat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) saat ini masih terpantau stabil.
"Hingga hari ini, kasus ISPA yang sudah dirujuk baru dua orang ke rumah sakit. Sementara untuk di Puskesmas sendiri, kasus ini dilaporkan belum mengalami peningkatan yang signifikan," ujarnya.
Mengenai biaya perawatan, Ati memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena cakupan BPJS Kesehatan di Banten telah mencapai 98,84 persen. Bagi warga kurang mampu yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS, pemerintah daerah akan memfasilitasi akses pengobatan agar tetap mendapatkan layanan medis secara gratis.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Dinkes Banten telah menyiagakan seluruh Puskesmas selama 24 jam untuk melayani masyarakat yang mengeluhkan gangguan pernapasan. Tim Gerak Cepat (TGC) juga terus diposisikan dalam status siaga guna merespons jika terjadi lonjakan krisis kesehatan di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ati menekankan pentingnya penggunaan masker bagi seluruh warga yang beraktivitas di luar ruangan. Menurutnya, abu vulkanik mengandung berbagai partikel kimiawi yang sangat berbahaya bagi kesehatan paru-paru dan metabolisme tubuh jika terhirup dalam jangka waktu tertentu.
"Kami mengimbau masyarakat wajib memakai masker dan kacamata jika beraktivitas di luar, serta meminimalisir penggunaan transportasi saat kepadatan abu vulkanik meningkat guna menghindari risiko gangguan pernapasan kronis," paparnya. (Ant)
Daftar 8 Bandara Ditutup hingga Tengah Malam Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
AirNav Indonesia mengatakan status penutupan sementara aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dan 7 lainnya imbas erupsi Anak Krakatau diperpanjang.
VIVA.co.id
6 September 2026

1 week ago
19













