25 Jam Mengamuk Erupsi Anak Krakatau Berakhir, Tapi Warga Diminta Tetap Siaga

1 week ago 2

Senin, 7 September 2026 - 11:07 WIB

VIVA – Aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah berakhir setelah berlangsung sekitar 25 jam. Meski fase letusan panjang tersebut mereda, masyarakat diminta tidak lengah lantaran potensi terjadinya erupsi susulan masih cukup tinggi.

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq meminta masyarakat terus memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi pemerintah. Menurutnya, masyarakat perlu mengandalkan informasi dari lembaga berwenang agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terbukti kebenarannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah, BPBD, BNPB, PVMBG, serta aparat setempat," kata Maman di Jakarta, Senin 7 September 2026. 

Maman menilai ketenangan masyarakat tetap penting dalam menghadapi situasi tersebut. Namun, tenang bukan berarti mengabaikan potensi bahaya yang dapat muncul akibat aktivitas vulkanik.

Ia juga mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi belum sepenuhnya aman. Selain itu, pintu dan jendela sebaiknya ditutup untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam rumah.

“Aktivitas di luar rumah juga sebaiknya dikurangi dan pintu serta jendela ditutup untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. Masyarakat juga perlu melindungi sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik," katanya.

Selain perlindungan terhadap masyarakat, Maman meminta pemerintah memperkuat sistem kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi. Ia menilai mitigasi tidak seharusnya baru dilakukan ketika bencana sudah terjadi.

“Kesiapsiagaan dini, menurut dia, akan mengurangi risiko negatif baik dari jumlah korban maupun kerusakan material," tuturnya.

“Erupsi gunung berapi memang tidak selalu bisa dicegah, tetapi risikonya bisa dikurangi. Karena itu pemerintah harus hadir dengan sistem peringatan dini yang kuat, informasi yang cepat dan akurat, serta perlindungan yang benar-benar sampai kepada masyarakat,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maman juga menyoroti peningkatan aktivitas vulkanik di sejumlah gunung api di Indonesia. Saat ini, Gunung Anak Krakatau berstatus Waspada, sementara Gunung Semeru, Gunung Ibu di Maluku Utara, dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur juga menjadi perhatian karena aktivitas vulkaniknya.

Menurut Maman, mitigasi bencana harus dilakukan jauh sebelum situasi darurat terjadi. Pemerintah perlu memastikan pemantauan aktivitas gunung api, penyebaran informasi, kesiapan jalur evakuasi, hingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak berjalan dengan baik.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya memastikan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung selama sekitar 25 jam.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |