3 Minggu Terdampak Gempa, 1.931 Sekolah di NTT Mulai Belajar Lagi

1 week ago 8

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

VIVA – Aktivitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) perlahan mulai pulih setelah bencana gempa bumi yang berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar selama sekitar tiga minggu.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.931 satuan pendidikan dengan 171.476 murid kini telah kembali menjalani proses pembelajaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan proses pembelajaran tetap diupayakan berjalan dengan menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah terdampak. Sekolah yang belum memungkinkan kembali menggunakan gedung permanen menjalankan kegiatan belajar di ruang darurat, sementara sebagian lainnya menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Proses pemulihan layanan pendidikan pascagempa di NTT menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, sebanyak 1.931 satuan pendidikan dan 171.476 murid telah kembali melaksanakan proses pembelajaran,” kata Mu’ti di Jakarta Pusat, Sabtu 5 September 2026. 

Dari total tersebut, sebanyak 1.504 satuan pendidikan masih menjalankan pembelajaran di sekolah darurat. Kemudian 392 satuan pendidikan menerapkan PJJ, sedangkan 35 satuan pendidikan sudah dapat kembali menggelar pembelajaran secara tatap muka di sekolah.

100 Tenda Kelas Darurat Dikirim ke NTT

Untuk memastikan anak-anak tetap dapat belajar meski sejumlah bangunan sekolah terdampak bencana, Kemendikdasmen telah mendistribusikan 100 tenda kelas darurat hingga 3 September 2026.

Tenda tersebut disalurkan ke tujuh kabupaten terdampak, yakni delapan tenda untuk Kabupaten Manggarai Barat, 28 tenda di Kabupaten Manggarai, 27 tenda di Kabupaten Manggarai Timur, 17 tenda di Kabupaten Nagekeo, tujuh tenda di Kabupaten Ngada, delapan tenda di Kabupaten Sikka, serta lima tenda di Kabupaten Ende.

Selain tempat belajar sementara, pemerintah juga menyalurkan bantuan untuk mendukung kebutuhan siswa dan warga sekolah selama masa pemulihan. Bantuan yang telah didistribusikan mencakup 5.500 school kit, 500 paket sembako, 9.500 bingkisan anak, 1.500 family kit, serta 9.500 buku bacaan.

Bantuan tersebut disebarkan ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Kemendikdasmen juga telah mengucurkan bantuan awal senilai Rp1,1 miliar untuk mendukung proses pembersihan lokasi sekolah yang mengalami kerusakan berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Target 3.763 Ruang Kelas Darurat

Pemulihan pendidikan di NTT kini memasuki masa transisi. Pemerintah tidak hanya mengejar kembalinya aktivitas belajar mengajar, tetapi juga memastikan fasilitas yang digunakan siswa aman dan layak.

Halaman Selanjutnya

Kemendikdasmen menyiapkan pemenuhan 3.763 unit ruang kelas darurat. Di sisi lain, kualitas layanan pembelajaran di 1.504 sekolah yang masih menggunakan fasilitas darurat juga akan ditingkatkan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |