VIVA – Persaingan prosesor HP flagship semakin menarik karena produsen chipset tidak hanya mengejar kecepatan CPU, tetapi juga kemampuan gaming, kecerdasan buatan atau AI, kamera, konektivitas, hingga efisiensi daya.
Tiga nama yang sempat menjadi perhatian di kelas premium adalah Snapdragon 8 Elite, MediaTek Dimensity 9400, dan Apple A18 Pro. Ketiganya menggunakan pendekatan berbeda untuk memberikan performa tinggi pada perangkat flagship.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Snapdragon 8 Elite menjadi salah satu chipset penting Qualcomm dengan penggunaan CPU custom Oryon. Sementara itu, MediaTek mengandalkan arsitektur All Big Core pada Dimensity 9400. Di sisi lain, Apple tetap menggunakan desain chip sendiri melalui A18 Pro yang terintegrasi erat dengan sistem operasi iOS.
Lantas, apa perbedaan ketiganya? Berikut VIVA telah merangkumnya Jum'at, 29 Agustus 2026.
1. Snapdragon 8 Elite, Fokus pada Performa dan Gaming
Snapdragon 8 Elite diperkenalkan Qualcomm sebagai platform mobile flagship dengan CPU Qualcomm Oryon. Chip ini menggunakan proses fabrikasi 3 nm dan memiliki kecepatan hingga 4,47 GHz pada konfigurasi tertentu.
Qualcomm juga menyebut CPU Oryon generasi pertama pada platform ini mampu memberikan peningkatan performa CPU hingga 45 persen sekaligus peningkatan efisiensi daya hingga 44 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Untuk grafis, Snapdragon 8 Elite menggunakan GPU Adreno dengan arsitektur baru. Qualcomm mengklaim peningkatan performa GPU hingga 40 persen dan efisiensi GPU hingga 40 persen. Sistem pada chip tersebut juga menawarkan penghematan daya secara keseluruhan hingga 27 persen berdasarkan pengujian Qualcomm.
Keunggulan Snapdragon 8 Elite tidak berhenti pada CPU dan GPU. Qualcomm juga mengintegrasikan Hexagon NPU untuk pemrosesan AI di perangkat.
Dengan kombinasi tersebut, Snapdragon 8 Elite sangat menarik bagi pengguna yang mengutamakan gaming, multitasking, fotografi komputasional, serta aplikasi berbasis AI.
2. Dimensity 9400, Andalkan All Big Core
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
MediaTek mengambil pendekatan berbeda melalui Dimensity 9400. Chip ini menggunakan desain CPU All Big Core yang terdiri dari satu Cortex-X925 hingga 3,62 GHz, tiga Cortex-X4, dan empat Cortex-A720. Total terdapat delapan core CPU.
Pendekatan All Big Core membuat Dimensity 9400 dirancang untuk menangani beban kerja berat tanpa menggunakan core kecil konvensional sebagai bagian dari konfigurasi CPU utamanya.
Halaman Selanjutnya
MediaTek juga membekali chipset ini dengan dukungan LPDDR5X hingga 10.667 Mbps dan penyimpanan UFS 4 dengan Multi-Circular Queue. Kombinasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan data dan respons perangkat.

2 weeks ago
12













