5 Larangan yang Dilanggar Pesulap Merah di Gunung Kawi, Benarkah Ada Konsekuensi Gaib?

4 days ago 6

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:08 WIB

VIVA – Gunung Kawi selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu lokasi yang kerap dikaitkan dengan berbagai cerita mistis, mulai dari ritual pesugihan hingga keberadaan makhluk gaib. Beragam mitos yang berkembang membuat sebagian orang percaya ada sejumlah pantangan yang harus dipatuhi saat memasuki kawasan tersebut.

Namun, pengalaman berbeda justru dibagikan oleh Pesulap Merah atau Marcel Radhival. Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, ia mengaku sengaja melanggar berbagai larangan yang dipercaya masyarakat ketika mendatangi kawasan Gunung Kawi pada malam hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi tersebut langsung memicu perbincangan di media sosial. Banyak warganet penasaran mengenai pantangan apa saja yang dilanggar Marcel dan mengapa dirinya mengaku tidak mengalami kejadian mistis apa pun selama berada di lokasi.

Berikut sejumlah larangan yang diakui sengaja dilanggar oleh Pesulap Merah saat berada di Gunung Kawi.

1. Tidak Meminta Izin kepada Penghuni Gaib

Salah satu kepercayaan yang cukup populer di berbagai tempat yang dianggap angker adalah kebiasaan mengucapkan "permisi" atau meminta izin kepada makhluk gaib sebelum memasuki suatu kawasan.

Namun, Marcel justru mengaku sengaja tidak melakukan hal tersebut. Bahkan ia menyampaikan pernyataan yang bertolak belakang dengan kepercayaan tersebut.

"Saya mau sombong. Si manusia tersakti di bumi mau lewat... Jadi jin-jin atau setan-setan minggir sejenak karena manusia tersakti di bumi mau lewat,” kata Pesulap Merah yang dikutip pada Sabtu, 11 Juli 2026.

2. Mengabaikan Pantangan Mengucapkan "Numpang Lewat"

Selain tidak meminta izin, Marcel juga secara terang-terangan menolak mengucapkan kalimat "numpang lewat" yang selama ini dipercaya sebagian masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada penghuni gaib.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan bagian dari dunia manusia sehingga ia merasa tidak memiliki kewajiban mengucapkan kalimat tersebut.

"Kagak mau numpang-numpang gua. Bodo amat. Enggak mau permisi kalian ya yang minggir karena ini dunia manusia,” katanya lagi.

Sikap itu menjadi salah satu tindakan yang disebut bertentangan dengan kepercayaan yang berkembang di sekitar Gunung Kawi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Sengaja Mengeluh Selama Perjalanan

Pantangan lain yang juga diakuinya dilanggar adalah larangan mengeluh ketika berada di kawasan Gunung Kawi.

Halaman Selanjutnya

Dalam sejumlah cerita masyarakat, pengunjung disebut tidak dianjurkan mengeluh karena dipercaya dapat mengundang hal-hal yang tidak diinginkan. Marcel justru sengaja melakukan hal sebaliknya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |