5 Wartawan Hilang saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Seperti Apa Kondisi Perairan Selat Sunda?

4 days ago 7

Rabu, 9 September 2026 - 16:30 WIB

VIVA – Pencarian lima wartawan yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan tim SAR gabungan di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari kedua operasi, cakupan pencarian diperluas dengan mengerahkan lebih banyak armada dan personel.

Kondisi perairan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam operasi tersebut. Seperti apa kondisinya? Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dihimpun pada Rabu, 9 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi Perairan Selat Sunda

Berdasarkan laporan Basarnas pada Rabu, 9 September 2026, cuaca di lokasi pencarian berada dalam kondisi cerah berawan dengan tinggi gelombang laut berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Basarnas juga melaporkan bahwa angin di wilayah pencarian bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot. Sementara itu, kondisi gelombang disebut relatif kondusif untuk mendukung proses penyisiran.

Meski kondisi laut relatif kondusif, tim SAR tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan situasi di lapangan dalam menentukan pola pencarian.

"Kami mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda. Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah.

Dukungan tersebut dilakukan setelah Basarnas Lampung menerima Rencana Operasi SAR atau Renops H.2 dari Basarnas Banten pada Rabu sekitar pukul 00.33 WIB.

Area Pencarian Diperluas

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan operasi SAR hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB dengan membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit atau SRU.

"Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan penuh sarana laut dan udara," kata Edy.

Empat sektor pencarian tersebut menggunakan sejumlah armada. SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan cakupan penyisiran sejauh 68,3 nautical mile. SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan jarak penyisiran 69,5 nautical mile.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, SRU 3 mengoperasikan RIB 01 Lampung dengan cakupan 67 nautical mile. Sementara SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk menyisir perairan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Selain armada tersebut, operasi pencarian juga didukung KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel serta drone thermal untuk pemantauan dari udara.

Halaman Selanjutnya

TNI AL Kerahkan Tiga Kapal Perang

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |