VIVA – Angka kemiskinan Indonesia kembali menjadi sorotan setelah data Bank Dunia menunjukkan lebih dari separuh penduduk berada di bawah ambang US$8,30 per orang per hari.
Jika dikonversikan menggunakan asumsi kurs Rp17.600, maka nominal tersebut setara sekitar Rp146.080 per orang per hari. Lalu, bila dikalikan selama 30 hari, maka nominalnya mencapai sekitar Rp4.382.400 per orang per bulan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Data dalam Macro Poverty Outlook April 2026 itu menempatkan Indonesia di posisi keempat dari 11 negara yang dibandingkan. Lantas, negara mana saja yang berada di atas Indonesia dan bagaimana posisi Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain?
Indonesia Urutan Keempat
Berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia berada di urutan keempat dengan persentase 64,2 persen penduduk yang berada di bawah standar US$8,30 per orang per hari. Posisi Indonesia berada setelah Timor-Leste, India, dan Laos. Sementara itu, negara-negara lain yang masuk dalam perbandingan tersebut memiliki persentase lebih rendah.
Berikut daftar negara berdasarkan persentase penduduk yang berada di bawah standar US$8,30 per orang per hari:
1. Timor-Leste, 71,7 persen
2. India, 70,7 persen
3. Laos, 68,6 persen
4. Indonesia, 64,2 persen
5. Afrika Selatan, 60 persen
6. Filipina, 56,5 persen
7. Brasil, 20,4 persen
8. Vietnam, 17,9 persen
9. Argentina, 14,5 persen
10. Thailand, 10,1 persen
11. Malaysia, 1 persen
Dengan angka tersebut, Indonesia memiliki persentase lebih tinggi dibandingkan Afrika Selatan yang mencapai 60 persen dan Filipina yang mencapai 56,5 persen. Jaraknya bahkan cukup besar jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia.
Dalam penghitungan kemiskinan internasional, Bank Dunia menggunakan purchasing power parity (PPP) atau paritas daya beli untuk memperhitungkan perbedaan tingkat harga dan daya beli antarnegara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Angka 64,2 persen juga tidak bisa langsung diartikan sebagai tingkat kemiskinan resmi Indonesia. Standar US$8,30 per hari merupakan garis kemiskinan internasional yang berkaitan dengan negara dalam kelompok pendapatan menengah atas atau upper-middle income countries.
Bank Dunia sendiri memiliki beberapa garis kemiskinan internasional dan memperbaruinya berdasarkan perubahan kondisi ekonomi serta paritas daya beli. Sementara itu, Indonesia memiliki garis kemiskinan nasional dengan metode penghitungan tersendiri, karena menggunakan batas dan metode berbeda, angka kemiskinan nasional tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan angka 64,2 persen tersebut.
Halaman Selanjutnya
Bank Dunia sendiri menegaskan bahwa garis kemiskinan nasional Indonesia tetap menjadi ukuran yang paling relevan untuk pembahasan kebijakan kemiskinan di dalam negeri. Adapun ukuran kemiskinan internasional digunakan untuk keperluan pembandingan antarnegara.

1 week ago
21













