65 Orang Diamankan Polisi Jelang Demo 27 Agustus, Sajam hingga Bahan Baku Molotov Disita

2 weeks ago 10

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Jakarta, VIVA – Tim Preventif Strike Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang menjelang aksi demonstrasi 27 Agustus di gedung DPR RI, Kamis, 27 Agustus 2026. 

"Dari rangkaian ini, ada 65 orang yang sudah diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Siber Polda Metro Jaya," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam konferensi pers, Kamis, 27 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Budi mengungkapkan, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti senjata tajam, air soft gun hingga bahan-bahan untuk membuat bom molotov.

Barang-barang bukti merupakan barang yang dilarang untuk dibawa dalam penyampaian pendapat berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

"Ini ada senjata tajam, airsoft gun, obat-obatan, perangkat komunikasi, bahan ataupun benda yang
dipersiapkan membuat bom molotov, termasuk tujuh jerigen berisi bensin dan 201 botol kaca berikut sumbu," ujarnya.

"Ada tertera di Pasal 9, barang-barang yang tidak
diperbolehkan dibawa pada saat penyampaian aspirasi," sambungnya.

Saat ini seluruh pihak yang diamankan sedang didalami lebih lanjut oleh Polisi guna mengetahui apakah merupakan kelompok yang akan melakukan aksi di Jakarta.

"Ini masih dilakukan pendalaman, apakah dari 65 orang yang diamankan merupakan bagian dari saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi," tandasnya.

DPR Siap Terima Aspirasi Rakyat

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa DPR RI siap menerima aspirasi dari berbagai elemen masyarakat dan mengimbau agar peserta demonstrasi menjaga ketertiban, menyusul adanya rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 di depan kompleks parlemen, Jakarta.

Puan mengharapkan aksi demonstrasi itu tidak menimbulkan kericuhan. Lebih baik, menurut dia, peserta demonstrasi juga turut menjaga ketertiban agar jalannya penyampaian aspirasi berlangsung dengan baik.

"Jadi, partisipasi dari masyarakat jika ingin menyatakan masukannya, kemudian menyatakan aspirasinya, tentu saja akan kami terima di gedung DPR," kata Puan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Puan memastikan pihaknya pun akan terbuka terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Pada Rabu hari ini pun, kata dia, pimpinan DPR, pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD), pimpinan komisi, bergantian untuk bisa bertemu dengan masyarakat yang ingin beraudiensi.

"Pimpinan DPR bisa saja (menemui peserta aksi demo), hari ini pun pimpinan DPR juga bertemu dengan perwakilan-perwakilan dari masyarakat yang ingin bertemu,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya

Pengamanan Berlapis

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |