7 Fakta tentang Virus Nipah yang Kasusnya Naik di India, Mulai dari Gejala hingga Potensi Pandemi

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Lima orang terkonfirmasi terinfeksi virus Nipah di West Bengal, India baru-baru ini. Dokter dan perawat termasuk dalam daftar orang yang terinfeksi .

Lalu, ada 100-an orang yang diminta untuk melakukan karantina di rumah karena pernah melakukan kontak erat dengan pasien yang terinfeksi virus Nipah. Saat ini, masih ada satu pasien dalam kondisi kritis yang dirawat di rumah sakit seperti mengutip laman The Independent, Selasa, 26 Januari 2026. 

Berikut tujuh fakta tentang virus Nipah yang perlu diwaspadai:

1. Virus RNA dari Genus Henipavirus

Penyakit emerging zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah yang termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Pembawanya adalah fruit bat atau kelelawar buah.

Penyakit virus Nipah pertama kali diidentifikasi berdasarkan laporan wabah yang terjadi pada peternak babi di sebuah desa di Sungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998-1999 yang berdampak hingga Singapura. Dari wabah tersebut, dilaporkan 276 kasus konfirmasi dengan 106 kematian seperti mengutip laman Kemenkes. 

2. Cara Penularan Virus Nipah

Penularan virus Nipah dari hewan ke manusia dengan cara kontak langsung. Lalu, bisa juga penularan dari kotoran seperti urine kelelawar dan juga air liur kelelawar.

"Kotoran atau air liur mencemari atau mengontaminasi buah atau kelapa sawit, atau kontak dengan hewan dengan babi," kata epidemiolog Dicky Budiman dalam pesan suara yang diterima Health Liputan6.com.

Dicky mengatakan penularan virus antar manusia bisa terjadi. Penularan biasanya melalui cairan tubuh. "Kontak erat cairan tubuh terutama pada saat perawatan pasien atau keluarganya ya kontak erat juga," kata Dicky. 

3. Gejala Virus Nipah Diawali Demam dan Sakit Kepala

Dicky mengatakan gejala klinis virus Nipah bisa bervariasi. Di fase awal, gejala yang muncul demam dan sakit kepala atau mirip dengan gejala flu (flu like syndrome).

Pada fase lebih lanjut, pasien bisa mengalami kesulitan bernafas, pneumonia, radang paru, sampai gangguan neurologis. Bahkan pada beberapa pasien bisa sampai radang otak atau encefalitis yang bisa menyebabkan orang jadi bingung, kejang sampai koma.

Lanjut baca

4. Angka Kematian Virus Nipah Tinggi Dicky mengatakan pada kasus berat, angka kematian orang yang terinfeksi virus nipah tinggi, bisa mencapai 75 persen. "Kematian sering terjadi dalam beberapa hari setelah onset pada kasus berat. Case fatality rate paling rendah itu 40 persen dan paling tinggi 75 persen. Ini artinya 4 dari 10 meninggal," katanya.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |