7 Jenis Minuman dan Makanan yang Bantu Menyembuhkan ISK

3 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan global yang umum terjadi, seringkali membutuhkan penanganan dengan antibiotik. Namun, seiring meningkatnya resistensi antimikroba, pencarian strategi pencegahan dan pengobatan alternatif semakin gencar dilakukan. Beberapa jenis minuman dan makanan telah diteliti secara mendalam karena potensi manfaatnya dalam membantu menyembuhkan atau mencegah ISK.

Mekanisme kerja dari makanan dan minuman ini beragam, meliputi efek diuretik, sifat antimikroba, pengasaman urin, anti-inflamasi, hingga probiotik. Pendekatan nutrisi ini menawarkan harapan baru untuk mendukung kesehatan saluran kemih dan mengurangi ketergantungan pada antibiotik, terutama untuk kasus ISK berulang.

Memahami peran nutrisi dalam mengatasi ISK menjadi krusial di tengah tantangan resistensi antibiotik. Lantas apa saja jenis minuman dan makanan yang bantu menyembuhkan ISK? Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (24/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Cranberry (Buah Kranberi)

Cranberry adalah salah satu pengobatan rumahan yang paling banyak diteliti untuk Infeksi Saluran Kemih (ISK). Buah merah ini mengandung senyawa unik yang disebut proanthocyanidins (PACs) tipe-A. PACs ini bekerja dengan menghambat kemampuan bakteri Escherichia coli, penyebab paling umum ISK, untuk menempel pada dinding saluran kemih. Studi dan meta-analisis dari Future Journal of Pharmaceutical Sciences menunjukkan bahwa komponen aktif dalam cranberry, terutama proanthocyanidins (PAC), dapat menghambat kemampuan bakteri penyebab ISK seperti Escherichia coli untuk melekat pada dinding saluran kemih, sehingga memudahkan bakteri terbuang saat buang air kecil. 

Dengan mencegah perlekatan bakteri, PACs secara signifikan mengurangi kemungkinan kolonisasi bakteri dan perkembangan infeksi. Selain itu, cranberry juga memiliki sifat antimikroba, antioksidan, dan anti-inflamasi yang turut berkontribusi pada kesehatan saluran kemih secara keseluruhan. Sebuah meta-analisis dan tinjauan sistematis tahun 2023 menunjukkan bahwa konsumsi cranberry dapat mengurangi risiko ISK hingga 54% dibandingkan tanpa pengobatan, serta menurunkan penggunaan antibiotik sebesar 49%.

Efektivitas cranberry dalam mengurangi risiko ISK terlihat signifikan ketika asupan harian PACs minimal 36 mg. Durasi penggunaan yang direkomendasikan adalah antara 12 hingga 24 minggu untuk mendapatkan manfaat optimal. Jus cranberry tanpa pemanis sangat dianjurkan untuk mendapatkan khasiat penuh dari buah ini.

Namun, perlu dicatat bahwa jus cranberry tidak dianggap sebagai pengobatan utama untuk ISK yang sudah aktif. Ini lebih efektif sebagai bagian dari strategi pencegahan, bukan sebagai pengganti antibiotik atau perawatan medis standar untuk infeksi yang sudah berkembang. Hasil penelitian klinis dari CDK Journal menunjukkan efek terbaik jus cranberry pada risiko kekambuhan infeksi, bukan sembuh dari infeksi akut. 

2. Air Putih

Asupan cairan yang cukup, terutama air putih, merupakan salah satu cara paling efektif untuk membantu mencegah dan meredakan gejala ISK. Minum banyak air membantu membilas bakteri dari saluran kemih, mencegah infeksi, dan membantu fungsi saluran pencernaan secara teratur.

Peningkatan asupan cairan menyebabkan buang air kecil lebih sering, yang secara fisik mengeluarkan bakteri dari kandung kemih dan uretra sebelum mereka dapat menempel dan berkembang biak. Hidrasi yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran kemih.

Sebuah studi dari BMJ Open Quality tahun 2019 pada orang dewasa yang lebih tua di panti jompo menemukan bahwa peningkatan hidrasi untuk mendukung rekomendasi asupan cairan harian 6-8 gelas air per hari mengurangi ISK yang memerlukan antibiotik sebesar 58%. Selain itu, ISK yang memerlukan rawat inap juga berkurang sebesar 36%.

3. Makanan Probiotik

Makanan yang kaya probiotik dapat mendukung kesehatan saluran kemih dengan menyeimbangkan mikrobiota usus dan urogenital. Penelitian yang diunggah oleh National Library of Medicine menunjukkan bahwa beberapa strain probiotik dapat berkontribusi pada lingkungan mikrobiota yang lebih seimbang, yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri penyebab ISK. Makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, dan kombucha mengandung strain probiotik yang dapat memodulasi mikrobiota usus dan urogenital, sehingga meningkatkan resistensi terhadap uropatogen.

Spesies Lactobacillus, yang umum ditemukan dalam produk susu fermentasi, telah terbukti bermanfaat dalam mencegah ISK berulang pada wanita. Probiotik ini bekerja melalui prinsip eksklusi kompetitif, bersaing dengan bakteri patogen untuk tempat perlekatan dan nutrisi. Probiotik juga membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik dalam usus setelah pengobatan antibiotik, yang seringkali mengganggu mikrobiota alami tubuh.

Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi produk susu fermentasi lebih dari 3 kali seminggu dikaitkan dengan penurunan risiko ISK berulang. Lactobacilli probiotik dari kefir menunjukkan aktivitas antibiofilm terhadap Escherichia coli uropatogenik (UPEC), yang penting untuk pencegahan dan pengobatan ISK.

4. Makanan Kaya Vitamin C

Vitamin C dikenal karena kemampuannya untuk memengaruhi keasaman urin dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Makanan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, lemon, stroberi, kiwi, tomat, dan sayuran hijau, dapat membuat urin lebih asam.

Lingkungan urin yang lebih asam ini kurang ramah bagi pertumbuhan bakteri E. coli, sehingga membantu membunuh bakteri dan membatasi laju perkembangbiakannya. Konsumsi buah-buahan dengan vitamin C tinggi dapat menurunkan tingkat pH urin secara efektif untuk membunuh bakteri E. coli.

Jus lemon dan amla (Indian gooseberry) menunjukkan aktivitas antibakteri yang tinggi terhadap patogen ISK yang resisten terhadap banyak obat. Aktivitas ini mungkin disebabkan oleh pH rendah dari jus tersebut.

5. Bawang Putih (Garlic)

Bawang putih telah lama dikenal karena sifat antimikrobanya yang luas dan potensinya dalam pengobatan berbagai penyakit. Ekstrak bawang putih menunjukkan aktivitas antimikroba yang signifikan terhadap strain bakteri yang resisten terhadap banyak obat yang terkait dengan ISK. Berbagai penelitian, salah satunya Pyelonephritis: radiologic-pathologic review menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih dapat memiliki efek menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam kondisi laboratorium, yang dapat memberikan manfaat tambahan jika dikonsumsi sebagai bagian dari diet. 

Allicin dan senyawa sulfur lainnya dalam bawang putih dianggap sebagai faktor antimikroba utama. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih segar memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, termasuk E. coli dan strain yang resisten terhadap banyak obat.

Bawang putih juga dapat meningkatkan aktivitas antimikroba antibiotik, menjadikannya kandidat potensial untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh strain yang resisten terhadap banyak obat. Selain itu, bawang putih memiliki efek antioksidan, anti-inflamasi, dan imunomodulator yang dapat membantu dalam pengobatan ISK.

6. Teh Herbal (Peterseli dan Chamomile)

Beberapa teh herbal telah digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi ISK, meskipun penelitian ilmiah lebih lanjut masih diperlukan. Peterseli memiliki efek diuretik ringan, yang dipercaya membantu membilas bakteri penyebab ISK dari saluran kemih.

Peterseli kaya akan apigenin, yang memiliki sifat diuretik dan anti-inflamasi, keduanya penting dalam pengobatan ISK. Sebuah studi klinis pada pasien ISK menunjukkan perbaikan yang signifikan pada gejala ISK dan temuan pemeriksaan urin setelah mengonsumsi kapsul bubuk peterseli.

Teh chamomile juga digunakan dalam praktik pengobatan herbal untuk berbagai penyakit fisik, termasuk ISK. Seperti peterseli, chamomile memiliki efek diuretik yang lemah dan mengandung senyawa tumbuhan dengan sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Sifat-sifat ini dipercaya membantu mengurangi peradangan, menghambat pertumbuhan bakteri, dan membersihkan saluran kemih dari bakteri penyebab infeksi. Tanaman jelatang juga memiliki sifat diuretik dan telah digunakan untuk mengobati gejala ISK serta mengurangi peradangan pada saluran kemih.

7. Buah dan Sayuran Diuretik (Mentimun dan Semangka)

Buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi serta sifat diuretik dapat membantu dalam pengelolaan ISK. Penelitian dalam Journal of Biological Chemistry menunjukkan gaya hidup vegetarian mampu membantu melindungi seseorang dari ISK. Hal ini lantaran sayuran mengurangi keasaman urine. Mentimun memiliki kandungan air yang tinggi, menjadikannya pilihan yang baik sebagai diuretik alami. Ini mendorong peningkatan buang air kecil, yang membantu mengencerkan dan mengeluarkan bakteri dari saluran kemih.

Mentimun juga mengandung silikon dan sulfur yang merangsang ginjal untuk menghilangkan asam urat, berkontribusi pada sistem pembuangan limbah yang efisien dari tubuh. Asam caffeic dan askorbat yang ada dalam mentimun juga berkontribusi pada efek diuretik alaminya.

Semangka memiliki kandungan air yang sangat tinggi, lebih dari 90%, yang meningkatkan produksi urin dan membantu membilas bakteri dari saluran kemih serta mengurangi iritasi. Semangka mengandung sejumlah kecil vitamin, mineral, dan asam amino citrulline, yang mungkin memiliki efek diuretik ringan. Dalam pengobatan tradisional, semangka juga dipercaya dapat membersihkan panas dan kelembaban dari saluran kandung kemih, membantu meredakan gejala ISK.

Pertayaan & Jawaban Seputar Jenis Minuman dan Makanan yang Bantu Menyembuhkan ISK

1. Apa itu ISK dan mengapa penting mencari alternatif pengobatan?

Jawaban: ISK adalah Infeksi Saluran Kemih, masalah kesehatan global yang sering memerlukan antibiotik. Penting mencari alternatif karena meningkatnya resistensi antimikroba, yang membuat antibiotik kurang efektif seiring waktu.

2. Bagaimana cranberry membantu menyembuhkan ISK?

Jawaban: Cranberry mengandung proanthocyanidins (PACs) tipe-A yang menghambat bakteri E. coli menempel pada dinding saluran kemih, sehingga mencegah infeksi.

3. Selain cranberry, makanan atau minuman apa lagi yang direkomendasikan untuk ISK?

Jawaban: Air putih, makanan probiotik seperti yogurt dan kefir, makanan kaya vitamin C seperti jeruk, bawang putih, teh herbal seperti peterseli dan chamomile, serta buah dan sayuran diuretik seperti mentimun dan semangka juga direkomendasikan.

4. Berapa banyak air putih yang sebaiknya diminum untuk mencegah ISK?

Jawaban: Disarankan untuk minum 6-8 gelas air per hari untuk membantu membilas bakteri dari saluran kemih dan mengurangi risiko ISK.

5. Apakah makanan probiotik dapat membantu setelah pengobatan antibiotik untuk ISK?

Jawaban: Ya, makanan probiotik dapat membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik dalam usus yang mungkin terganggu setelah pengobatan antibiotik, serta meningkatkan resistensi terhadap bakteri patogen.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |