VIVA – Memeriksa kesehatan sebaiknya tidak menunggu tubuh mulai merasakan keluhan. Pemeriksaan secara berkala justru menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, termasuk berbagai penyakit yang kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Pentingnya kebiasaan tersebut semakin terlihat melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Kementerian Kesehatan RI. Hingga 31 Juli 2026, program tersebut telah menjangkau 73,8 juta penduduk di Indonesia, melampaui total capaian sepanjang 2025 yang berada di angka 70 juta peserta. Pemerintah menargetkan CKG dapat menjangkau 130 juta penduduk sepanjang 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Program CKG pada 2026 tidak hanya diarahkan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat. Kemenkes juga memperkuat tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan, mulai dari edukasi, pemantauan, pengobatan hingga rujukan medis.
Data hasil pemeriksaan bahkan menunjukkan bahwa kondisi tubuh dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Dari pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta CKG pada 2026 yang sebelumnya tidak terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi, sekitar 1 juta orang kemudian diketahui mengalami hipertensi. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan Kemenkes mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap tahun.
Pada kelompok pekerja dengan mobilitas tinggi, kebutuhan untuk memerhatikan kondisi kesehatan menjadi semakin penting. Aktivitas yang banyak dilakukan di jalan, durasi kerja panjang, serta tuntutan untuk tetap berkonsentrasi membuat kondisi fisik pengemudi turut berkaitan dengan keselamatan berkendara.
Kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan rutin tersebut kemudian diterapkan melalui pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis bagi lebih dari 300 mitra pengemudi di Bandung. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Grab Bandung itu melibatkan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Bandung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mengetahui sejumlah faktor risiko lebih awal. Bagi pengemudi, langkah tersebut bukan hanya berkaitan dengan kesehatan pribadi, tetapi juga kesiapan menjalankan aktivitas di jalan.
“Para Mitra Pengemudi memiliki tingkat mobilitas harian yang tinggi, sehingga pemantauan kondisi kesehatan secara berkala menjadi hal yang penting. Kementerian Kesehatan mengapresiasi langkah kolaborasi Grab Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas akses layanan kesehatan promotif dan preventif. Kondisi pengemudi yang prima merupakan modal penting untuk mendukung keselamatan diri, keluarga, serta masyarakat pengguna layanan,” ujar dr. Niken Wastu Palupi, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dalam keterangannya, dikutip Jumat 4 September 2026.
Halaman Selanjutnya
Kondisi kesehatan pengemudi juga tidak dapat dilepaskan dari aspek keselamatan transportasi. Kesiapan seseorang saat berada di balik kemudi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, selain kondisi kendaraan dan situasi jalan.

1 week ago
9













