VIVA –Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah warga mulai ramai-ramai membeli masker. Kondisi tersebut terlihat dalam unggahan akun Instagram @infopandeglang.
Dalam video yang diunggah pada Minggu pagi, 6 September 2026, terlihat sejumlah warga di wilayah Banten memadati supermarket untuk membeli masker. Sebagian warga bahkan membeli lebih dari satu kotak masker. Antrean panjang juga terlihat mengular di area kasir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pagi ini warga beramai-ramai antri membeli masker di supermarket, dampak sebaran abu vulkanik sudah menyebar di wilayah Banten. Warga diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di rumah," demikian caption dari akun tersebut.
Unggahan tersebut langsung mendapat sorotan dari pengguna media sosial. Banyak dari pengguna media sosial yang meminta warga untuk tidak panic buying.
"Jangan panic buying ya gaes! Beli masker secukupnya jangan beri ruang dan kesempatan untuk orang-orang yang tidak berniat baik atas musibah ini. Semoga semuanya lekas membaik," komentar netizen.
"1 kotak juga cukup," komentar netizen.
Imbauan Menteri Kesehatan Terkait Abu Vulkanik Anak Krakatau
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memberikan imbauan terkait dengan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dijelaskan oleh Budi, Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dapat berdampak pada kesehatan, terutama pernapasan, mata, dan kulit. Lantaran hal itu, dia mengingatkan masyarakat untuk sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan.
"Pernapasan, mata dan kulit adalah tempaat-tempat masalah kesehatan bisa terjadi akibat adanya debu vulkanik ini. Usahakan kegiatannya bapak-ibu di dalam rumah dulu," kata dia dalam virtual press conference Situasi dan Kondisi Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu 6 September 2026.
Menkes mengatakan, jika masyarakat terpaksa harus keluar rumah, sebaiknya menggunakan masker. Jika mengalami keluhan kesehatan, masyarakat juga diminta segera mendatangi puskesmas terdekat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kalau sudah tidak enak pernapasannya segera ke puskesmas terdekat. Kita sudah men-deploy alat-alat nebulizier dan oxygen concentrator," sambung dia.
Lebih lanjut terkait dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke mata, menkes menyarankan untuk menggunakan kacamata jika terpaksa harus keluar rumah. Penggunaan kacamata ini kata dia untuk menghalangi partikel abu agar tidak langsung mengenai mata.
Halaman Selanjutnya
Dia juga menjelaskan jika abu masuk ke dalam mata pastikan tidak 'mengucek' mata.

1 week ago
8













