VIVA – Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali membuat masyarakat di sejumlah wilayah waspada terhadap sebaran abu vulkanik. Bukan hanya soal apakah abu terlihat atau tidak, durasi partikel vulkanik bertahan di udara juga menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar jalur sebarannya.
Pertanyaan yang kemudian muncul yakni, sebenarnya berapa lama abu vulkanik bisa bertahan di udara? Berikut ini penjelasannya, sebagaimana dihimpun Viva pada Selasa, 8 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berapa Lama Abu Vulkanik Bertahan di Udara?
Rupanya, jawabannya tidak bisa ditentukan dengan satu angka pasti, karena sangat dipengaruhi ketinggian abu, ukuran partikelnya, arah angin, kecepatan angin, hingga kondisi hujan di wilayah yang dilewati.
Menurut informasi BMKG, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terus dipantau menggunakan data atmosfer dan citra satelit. Dalam pemantauan terbaru, abu terdeteksi pada beberapa lapisan atmosfer dan pergerakannya dapat berubah mengikuti dinamika angin.
BMKG pada 7 September 2026 mencatat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau pada lapisan dari permukaan hingga sekitar 15.000 kaki. Sebarannya mencakup sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. Kondisi ini menunjukkan bahwa abu yang dilepaskan dari erupsi tidak langsung menghilang, tetapi dapat terbawa angin ke wilayah yang cukup jauh dari sumber erupsi.
Lantas, apakah abu tersebut akan terus berada di udara selama berhari-hari?
Secara umum, tidak semua partikel memiliki waktu bertahan yang sama. Berikut beberapa faktor yang menentukan berapa lama abu vulkanik dapat bertahan di atmosfer:
1. Ukuran partikel abu
Abu vulkanik sebenarnya terdiri dari material dengan ukuran yang berbeda. Partikel yang lebih besar dan berat cenderung lebih cepat jatuh ke permukaan karena pengaruh gravitasi.
Sebaliknya, partikel yang sangat halus dapat tetap melayang lebih lama dan terbawa angin hingga jarak yang jauh. Selain itu, abu vulkanik dapat membentuk awan yang menyebar sangat jauh, tergantung kondisi angin yang berlaku.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karena itu, meskipun hujan abu sudah tidak terlihat secara kasatmata, masih mungkin terdapat partikel sangat halus yang terbawa di atmosfer.
2. Arah dan kecepatan angin
Halaman Selanjutnya
Angin menjadi salah satu faktor paling penting dalam menentukan pergerakan abu vulkanik. Semakin kuat angin, semakin cepat abu dapat berpindah dari lokasi erupsi.

6 days ago
2













