AC dan Kipas Angin Bisa Jadi Bahaya saat Abu Vulkanik, Begini Penjelasan IDAI

1 week ago 16

Senin, 7 September 2026 - 09:34 WIB

VIVA – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan, terutama pada anak-anak. Di tengah kondisi udara yang tercemar abu, orang tua tidak hanya perlu memperhatikan aktivitas anak di luar rumah, tetapi juga memastikan kondisi udara di dalam rumah tetap aman.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan perangkat sirkulasi udara seperti AC dan kipas angin. Dalam situasi tertentu, kedua alat tersebut justru dapat meningkatkan paparan partikel abu apabila digunakan dengan cara yang tidak tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung sejak 4 September 2026 dan status aktivitas vulkaniknya berada pada Level III atau Siaga. Abu vulkanik dilaporkan menyebar hingga sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek, Banten, Lampung, dan sebagian Jawa Barat.

Abu vulkanik berbeda dari debu rumah tangga biasa. Material tersebut dapat terdiri dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat kecil. Partikelnya dapat mengiritasi saluran pernapasan ketika terhirup, terlebih pada anak yang memiliki asma, alergi, maupun penyakit paru tertentu.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio (K), menekankan pentingnya tindakan pencegahan untuk melindungi anak selama kondisi udara memburuk.

"Tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa dan masa depan anak-anak kita. Ditengah ancaman abu vulkanik yang nyata, kita wajib mengutamakan perlindungan mereka dengan tindakan preventif yang tegas dan cepat. Jangan menunggu sampai gejala muncul, karena setiap tarikan napas anak kita saat ini adalah investasi untuk kesehatannya di masa depan," tegas dr. Piprim, dalam keterangannya, dikutip Senin 7 September 2026.

Mengapa AC Perlu Diperhatikan Saat Ada Abu Vulkanik?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat kualitas udara di luar rumah buruk, menjaga rumah tetap tertutup menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi masuknya abu vulkanik. Namun, penggunaan AC juga perlu diperhatikan, khususnya perangkat yang dapat menarik udara dari luar.

IDAI melalui Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi merekomendasikan agar alat yang memasukkan udara luar ke dalam rumah dimatikan. 

Halaman Selanjutnya

Untuk AC, orang tua dianjurkan menggunakan mode air recirculation atau closed vent, sehingga udara yang sudah berada di dalam ruangan dapat disirkulasikan kembali tanpa terus menarik udara luar yang berpotensi mengandung abu vulkanik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |