Ada Kapal Melintas Tanpa Izin, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz

3 days ago 2

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:47 WIB

Jakarta, VIVA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali menutup Selat Hormuz. IRGC juga mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan musuh di Timur Tengah apabila terjadi agresi lanjutan terhadap.

Menurut laporan Press TV, IRGC mengumumkan bahwa penutupan Selat Hormuz setelah sebuah kapal tak bernama berupaya melintasi selat tersebut dengan sistem identifikasi dimatikan dan menggunakan jalur yang tidak sah. Korps elite Iran itu menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga intervensi Amerika Serikat di kawasan tersebut berakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika musuh melakukan tindakan agresi baru terhadap kami, tindakan itu akan dibalas dengan respons yang keras, dan pangkalan-pangkalan musuh lainnya di kawasan akan menjadi sasaran," demikian pernyataan IRGC yang dikutip oleh stasiun televisi tersebut, dikutip dari Sputnik, Minggu, 12 Juli 2026.

Sebagaimana diwartakan, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Rabu (8/7) mengonfirmasi bahwa AS telah melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran dengan menargetkan militer Iran di Selat Hormuz.

"Atas arahan Panglima Tertinggi, pasukan Komando Pusat Amerika Serikat telah memulai serangan tambahan terhadap Iran guna semakin melemahkan kemampuannya mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.

"Amerika Serikat meminta Iran bertanggung jawab atas agresi baru-baru ini yang tidak dapat dibenarkan terhadap kapal-kapal niaga dan awak sipil yang berlayar di jalur pelayaran internasional yang vital," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya pada Rabu pagi, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku. Beberapa jam kemudian, media Iran melaporkan terdengar ledakan di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu. (Ant)

Presiden AS Donald Trump dalam jamuan makan malam di Aula Rakyat Beijing

Trump Ancam Musnahkan Iran dengan 1.000 Rudal Jika Dibunuh

Trump juga menyatakan instruksi kepada militer Amerika Serikat telah diterbitkan. Menurut dia, pasukan AS berada dalam kondisi siap menjalankan operasi selama satu tahun

img_title

VIVA.co.id

11 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |