Ada yang Baru di Industri Festival Musik Asia Pasifik, Siap Naik Level!

5 hours ago 1

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:00 WIB

VIVA – Industri musik di kawasan Asia Pasifik terus berkembang dengan karakter pasar yang semakin beragam. Di tengah pertumbuhan tersebut, muncul inisiatif baru yang berupaya mempertemukan pelaku festival musik dari berbagai negara agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Hal ini membuka peluang lebih besar bagi festival, musisi, promotor, hingga pelaku industri kreatif untuk saling terhubung. Bukan hanya soal mendatangkan artis dari negara lain, koneksi lintas pasar juga dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan festival.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaku industri dari berbagai negara di Asia Pasifik seperti China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, Australia, Indonesia, hingga  Filipina, dipertemukan dalam Asia Pacific International Music Festival Association (APIMFA). Asosiasi ini juga sempat diperkenalkan di LaLaLa Festival Jakarta 2026. 

Masing-masing negara membawa pengalaman dan karakter industri yang berbeda. Keragaman tersebut justru menjadi salah satu modal untuk menciptakan hubungan yang lebih luas di kawasan Asia Pasifik.

Dari Mainland China, misalnya, pengalaman dibawa oleh Shen Yue dari Modern Sky yang memiliki rekam jejak melalui Strawberry Music Festival. Sejak pertama kali digelar pada 2009, festival tersebut telah berkembang hingga ratusan edisi di berbagai kota.

Jepang turut diwakili Yuta Nomura melalui Cuew Showcase and Conference, sebuah platform yang mempertemukan musisi Jepang dan Asia dengan profesional industri musik internasional.

Sementara dari Korea Selatan hadir Kwangmin Seo yang memiliki pengalaman dalam showcase, artist booking, hubungan internasional, hingga tur lintas negara melalui Zandari Festa dan Whaley Time.

Taiwan juga membawa pengalaman dari Fireball Fest yang dikenal sebagai salah satu festival rock dan alternatif di negaranya. Festival tersebut telah menghadirkan berbagai musisi lokal maupun internasional sejak diluncurkan pada 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Thailand memiliki pengalaman melalui Fungjai, platform yang menghubungkan musisi independen dengan pendengar melalui layanan digital, media, dan berbagai kegiatan musik. Pengalaman dari Bangkok Music City juga memperkuat perspektif Thailand dalam membangun ekosistem musik.

Dari Indonesia, Dewi Gontha membawa pengalaman lebih dari dua dekade dalam bisnis, pemasaran, dan manajemen acara melalui PT Java Festival Production. Sementara Donny Heru memiliki pengalaman panjang di industri live events melalui berbagai konser dan festival.

Halaman Selanjutnya

Jejaring tersebut juga melibatkan pelaku industri dari Singapura dan Australia. Row One Asia membawa pengalaman dalam promosi konser, festival, serta teknologi tiket di Singapura. Dari Australia, Untitled Group hadir dengan pengalaman mengelola sejumlah festival musik dan acara berskala besar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |