Jakarta, VIVA – Produk aditif bahan bakar atau BBM semakin mudah ditemui di pasaran. Berbagai merek menawarkan klaim menarik, mulai dari membuat mesin lebih bertenaga, irit bahan bakar, hingga membersihkan ruang bakar.
Tak sedikit pemilik kendaraan yang menggunakan aditif secara rutin dengan harapan performa mesin meningkat. Namun, benarkah produk ini memberikan manfaat nyata atau hanya sugesti semata?
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Disadur VIVA Otomotif dari Carandbike, Senin 15 Juni 2026, secara umum aditif BBM memang dirancang untuk memberikan fungsi tertentu pada bahan bakar. Kandungannya beragam, mulai dari zat pembersih (detergen), penstabil bahan bakar, hingga peningkat angka oktan.
Pada kendaraan yang sudah berumur atau kerap menggunakan bahan bakar dengan kualitas kurang baik, aditif dapat membantu membersihkan deposit yang menumpuk pada injektor maupun ruang bakar. Kondisi tersebut berpotensi membuat pembakaran menjadi lebih optimal.
Ketika sistem bahan bakar lebih bersih, mesin dapat bekerja lebih halus dan responsif. Dalam beberapa kasus, konsumsi BBM juga bisa menjadi sedikit lebih efisien.
Meski demikian, manfaat aditif tidak selalu terasa pada semua kendaraan. Mobil atau motor keluaran terbaru yang rutin menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan umumnya sudah memperoleh paket aditif dari produsen bahan bakar.
Artinya, tambahan aditif dari luar belum tentu memberikan perubahan yang signifikan. Apalagi jika kondisi kendaraan masih prima dan perawatan rutin dilakukan sesuai jadwal.
Aditif BBM juga bukan solusi instan untuk mengatasi semua masalah pada kendaraan. Produk ini tidak dapat memperbaiki komponen mesin yang rusak atau membuat konsumsi bahan bakar berubah drastis.
Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap klaim berlebihan. Janji peningkatan tenaga atau penghematan BBM dalam jumlah besar belum tentu terjadi pada setiap kendaraan karena hasilnya dipengaruhi banyak faktor, termasuk kondisi mesin dan gaya berkendara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, penggunaan aditif secara berlebihan atau tidak sesuai petunjuk justru berpotensi menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Karena itu, pemilik kendaraan disarankan memilih produk yang memiliki reputasi baik dan menggunakannya sesuai anjuran.
Pada akhirnya, aditif BBM bukan sekadar sugesti karena memang memiliki fungsi tertentu. Namun manfaatnya cenderung bersifat tambahan, bukan mengubah performa kendaraan secara drastis. Perawatan berkala, penggunaan BBM yang sesuai spesifikasi, serta cara mengemudi yang baik tetap menjadi kunci utama menjaga efisiensi dan performa mesin.
Banyak yang Tak Sadar, Fitur Mobil Ini Bisa Bantu Hemat BBM
Banyak mobil modern saat ini sudah dibekali berbagai fitur yang dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar. Sayangnya, tidak sedikit pemilik kendaraan.
VIVA.co.id
14 Juni 2026

2 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)