AI Baru 6 dari 10, Kata Nezar Patria

2 weeks ago 7

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:01 WIB

Jakarta, VIVA - Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang berorientasi pada kepentingan publik dan pembangunan sosial.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan dampak AI secara global saat ini baru berada pada tingkat "enam dari sepuluh". Kemajuan teknologi AI dinilai masih perlu diikuti dengan upaya memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, khususnya di negara berkembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Transformasi digital tidak cukup berhenti pada penyediaan infrastruktur. Yang dibutuhkan adalah akses yang bermakna (meaningful access), sehingga teknologi benar-benar menjadi solusi bagi kehidupan masyarakat," katanya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Indonesia menekankan bahwa tantangan utama ke depan bukan hanya pembangunan teknologi AI yang semakin canggih, tetapi, memastikan teknologi tersebut mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

Sebagai informasi, Indonesia hadir dalam India AI Impact Summit 2026 yang tampil bersama Togo dan Mesir. Ketiganya membahas bagaimana negara berkembang dapat mengarahkan pemanfaatan AI agar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Partisipasi Indonesia dalam panel ini mencerminkan perubahan penting dalam tata kelola teknologi global, di mana negara-negara Global South tidak lagi sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan mulai berperan sebagai aktor yang ikut membentuk arah pengembangan AI dunia.

Dalam diskusi bersama para pemimpin Global South, delegasi dari Togo menyoroti pentingnya pembangunan kapasitas talenta digital dan kesiapan institusi publik agar mampu mengadopsi AI secara bertanggung jawab.

Sementara itu, perwakilan Mesir menekankan perlunya kerangka tata kelola AI yang menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan masyarakat serta kedaulatan data nasional.

Indonesia turut berbagi pengalaman sebagai negara kepulauan dengan tingkat keberagaman geografis yang tinggi, di mana konektivitas digital dan teknologi menjadi instrumen penting untuk pemerataan layanan publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan lebih dari 80 persen populasi telah terjangkau internet, fokus pembangunan digital Indonesia kini bergeser dari perluasan akses menuju peningkatan kualitas pemanfaatan teknologi, termasuk penggunaan AI untuk layanan publik dan pembangunan sosial.

India AI Impact Summit 2026 menjadi momentum penting bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat kolaborasi global dalam membangun AI yang inklusif, dapat dipercaya, dan berorientasi pada kemanfaatan publik.

Halaman Selanjutnya

Melalui forum itu, negara-negara Global South mendorong pengembangan AI sebagai public goods (barang publik), teknologi yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan sosial dan keadilan digital.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |