Gaya Hidup Berkelanjutan Makin Populer, Asia Mulai Serius Kurangi Emisi

3 hours ago 2

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:04 WIB

Jakarta, VIVA – Isu perubahan iklim kini tidak lagi sekadar menjadi pembahasan di forum internasional. Di berbagai negara Asia, langkah nyata mulai terlihat melalui pengembangan pasar karbon dan berbagai proyek pengurangan emisi yang semakin serius dijalankan.

Menurut Lester Chan, CEO & Chairman The GrowHub Limited, kawasan Asia kini berada pada fase baru dalam upaya menekan emisi karbon. Jika sebelumnya diskusi banyak berkutat pada potensi dan kerangka kerja kebijakan, kini fokus mulai bergeser ke tahap implementasi. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Asia kini berkontribusi terhadap lebih dari setengah emisi global. Kawasan ini juga memiliki beberapa penyerap karbon (carbon sink) alami terpenting di dunia, seperti ekosistem mangrove, hutan tropis, dan kawasan pegunungan. Yang menjadi pertanyaan, bukan lagi apakah Asia akan membentuk pasar karbon global, namun seberapa cepat dan kredibel kawasan ini mampu menghasilkan dampak nyata dan dapat diverifikasi,” ujar Lester Chan, dalam keterangannya, dikutip Kamis 12 Maret 2026. 

Asia Tenggara Mulai Bergerak

Sejumlah negara di Asia Tenggara mulai membangun sistem untuk mengendalikan emisi karbon. Thailand telah meloloskan rancangan undang-undang perubahan iklim dan bahkan melakukan transfer Internationally Transferred Mitigation Outcomes (ITMO) pertama dengan Jepang.

Vietnam juga tengah menguji coba sistem perdagangan emisi atau Emission Trading System, sementara Malaysia sedang menyiapkan penerapan pajak karbon.

Di Indonesia sendiri, perdagangan karbon mulai diatur melalui pembentukan bursa karbon yang dikenal sebagai IDX Carbon. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan yang mengatur penguatan sektor keuangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis keberlanjutan.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa isu karbon kini tidak lagi hanya menjadi bagian dari agenda lingkungan, tetapi juga mulai memengaruhi strategi bisnis dan ekonomi.

Dari Wacana ke Proyek Nyata

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Implementasi Paris Agreement, khususnya melalui Pasal 6, juga mulai memasuki tahap konkret. Beberapa negara kini menjalankan proyek kolaboratif yang dirancang untuk menghasilkan pengurangan emisi sekaligus kredit karbon yang dapat diperdagangkan.

Contohnya, Bhutan dan Singapura baru-baru ini meluncurkan sejumlah proyek seperti penggunaan kompor bersih, pengembangan biogas, hingga program mitigasi terpadu. Program-program tersebut tidak lagi sekadar konsep, tetapi dirancang dengan jalur pengurangan emisi yang jelas serta mekanisme penerbitan kredit karbon yang terukur.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, program kerja sama Jepang melalui Joint Crediting Mechanism juga mulai berkembang di kawasan Asia. Proyeknya mencakup berbagai teknologi ramah lingkungan, mulai dari pengelolaan refrigeran hingga praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |