VIVA – Arsenal berhasil menghindari kekalahan saat bertandang ke markas Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Bermain di BayArena, The Gunners memaksakan hasil imbang 1-1 berkat gol penalti Kai Havertz di penghujung laga.
Meski membawa pulang hasil positif dari kandang lawan, pelatih Arsenal Mikel Arteta justru menyoroti satu momen yang membuatnya cukup kesal, yakni gol Leverkusen yang lahir dari situasi bola mati di awal babak kedua.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Arteta mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya sudah mempelajari pola permainan Leverkusen, terutama dalam situasi restart dan sepak pojok. Ia bahkan mengaku telah memperlihatkan tiga contoh video kepada para pemain sebelum pertandingan.
“Kami sudah menunjukkan tiga klip dari pertandingan mereka akhir pekan lalu dengan tiga variasi berbeda,” ujar Arteta usai laga yang dikutip laman resmi klub.
“Namun kami tidak cukup siap menghadapinya dan akhirnya kami tertangkap dalam situasi itu,” lanjutnya.
Gol Leverkusen memang datang sangat cepat setelah babak kedua dimulai. Arsenal langsung berada dalam tekanan dan situasi tersebut berujung pada sepak pojok yang dimanfaatkan Robert Andrich menjadi gol lewat sundulan.
Menurut Arteta, kegagalan mengantisipasi situasi tersebut menunjukkan kurangnya fokus timnya di momen penting.
“Selalu ada dua sisi dalam situasi seperti ini. Di satu sisi ada kualitas lawan yang mampu memanfaatkan kelemahan kami. Tapi di sisi lain kami sendiri kurang memiliki perhatian dan urgensi pada momen itu,” kata pelatih asal Spanyol tersebut.
Arsenal sebenarnya sempat mengalami fase sulit setelah tertinggal. Arteta menilai timnya sempat kehilangan ritme dan kesulitan menembus blok pertahanan Leverkusen.
Namun perubahan pemain yang dilakukan di akhir laga memberikan dampak positif. Noni Madueke yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil memenangkan penalti setelah dijatuhkan di kotak terlarang.
Arteta mengaku tidak terkejut dengan kontribusi Madueke.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Saya tidak terkejut sama sekali. Itu memang kualitas terbaiknya. Dia sangat berani menghadapi situasi satu lawan satu dan bisa menjadi ancaman besar bagi lawan,” ujarnya.
Penalti tersebut kemudian dieksekusi dengan tenang oleh Kai Havertz. Bagi pemain asal Jerman itu, gol tersebut terasa istimewa karena dicetak di stadion klub yang pernah membesarkan namanya.
Halaman Selanjutnya
“Cara dia mengeksekusi penalti sangat tenang. Sepak bola kadang menghadirkan cerita yang spesial. Dia kembali ke stadion tempat kariernya dimulai, lalu mencetak gol yang sangat penting. Itu momen besar baginya,” bebernya.

3 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
