Airlangga: RI Tak Masuk Daftar Negara Asia yang Dituding AS Mainkan Kurs Mata Uang

3 days ago 6

Rabu, 29 April 2026 - 08:46 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan, dalam tudingan pemerintah Amerika Serikat (AS) soal permainan kurs di negara-negara kawasan Asia, Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang dimaksud tersebut.

"Amerika merasa bahwa beberapa negara di Asia itu melakukan currency manipulation untuk memperkuat daya saing, sengaja memperlemah currency-nya," kata Airlangga, dikutip Rabu, 29 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

"Tapi Indonesia tidak termasuk dalam (daftar) negara tersebut. Jadi ini yang terus kita jaga," ujarnya.

Terkait pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir, Airlangga menegaskan bahwa baik pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) terus melakukan pemantauan ketat atas pergerakan rupiah, sambil tetap menjaga stabilitas makroprudensial.

Meskipun pada dasarnya, Dia memastikan bahwa pemerintah tidak akan mengambil langkah yang bertentangan secara frontal dengan tekanan pasar global.

"Pemerintah dan BI tetap menjaga makroprudensialnya sambil memonitor rupiah. Tapi tentunya kita tidak against the flow ya. Kalau flow anginnya headwind, tentu kita tidak untuk menabrak, tapi dengan berbagai kebijakan," kata Airlangga.

Selain Indonesia, Airlangga mengakui bahwa pelemahan kurs mata uang juga terjadi pada negara lain seperti misalnya Yen Jepang, dan sejumlah mata uang negara-negara Asia lainnya akibat tekanan sentimen global yang sama.

Karenanya, Airlangga menegaskan bahwa fenomena pelemahan rupiah bukanlah hasil kebijakan pemerintah, yang sengaja membiarkan kurs melemah demi ekspor melainkan lebih disebabkan oleh tekanan eksternal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, lanjut Airlangga, lonjakan harga minyak dunia juga turut memperburuk sentimen terhadap ekonomi domestik, meskipun kenaikannya dipastikan masih dalam rentang yang dapat dikelola APBN.

"Harga minyak ini dijaga semacam yoyo, US$100 (per barel) lebih dikit, turun lagi, US$100 lagi, lalu turun lagi. Nah, bagi Indonesia yang di APBN kita (dipatok) angkanya US$70, dalam tiga bulan kemarin kira-kira US$77. Jadi masih relatif within the range," ujarnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat meluncurkan operasi Epic Fury

Ini Proposal Terbaru Iran yang Bikin Trump Uring-uringan, Ancam Lanjutkan Perang?

Trump tidak senang dengan proposal perdamaian terbaru yang disodorkan Iran. Menurutnya, Iran ingin menunda pembahasan program nuklirnya hingga konflik berakhir

img_title

VIVA.co.id

29 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |