Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan aset keuangan syariah Indonesia semakin menunjukkan tren penguatan, dengan mencapai Rp3.131,02 triliun per tahun 2025.
"Ekonomi syariah juga mempercepat peningkatan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Aset keuangan syariah sudah mencapai Rp3.131 triliun, berada di posisi empat besar bersama Malaysia, Uni Emirat Arab (UAE), Arab Saudi dan Bahrain," kata Menko Airlangga dalam pembukaan Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset industri keuangan syariah nasional mencapai Rp3.131,02 triliun pada 2025 atau tumbuh 8,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy)
Nilai tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, didukung pertumbuhan di seluruh subsektor industri keuangan syariah.
Lebih lanjut, Airlangga mengatakan potensi total nilai zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) juga diperkirakan akan mencapai sekitar Rp343,08 triliun pada tahun ini.
"Ini ruang besar yang perlu terus dioptimalkan," kata dia.
Selain itu, ia juga mengutip laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) yang menunjukkan bahwa fesyen modest Indonesia menempati peringkat pertama di dunia, dengan skor tertinggi mencapai 106,5.
Menko Airlangga memproyeksikan performa ini akan menunjukkan peningkatan menyusul tingginya minat konsumsi terhadap produk fesyen modest dan industrinya yang semakin berkembang.
"Selain itu, belanja konsumen Muslim dunia mencapai Rp2,6 triliun di tahun 2024. Dan ini akan naik di tahun 2029 sebesar Rp3,56 triliun. Jadi ini potensinya besar, dan daya saing ini juga terus ditopang oleh jaminan produk halal yang terus diperkuat sesuai dengan mandat dari Undang-Undang Halal," ujar Airlangga.
"Sertifikasi halal telah mencakup 4,4 juta sertifikat bagi 3,47 juta pelaku usaha dan 14,68 juta produk, dengan 39 negara sudah menjalin mutual recognition agreement (MRA)," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia berharap potensi-potensi tersebut dapat diperkuat melalui peningkatan infrastruktur sumber daya manusia (SDM) yang lebih siap, perbaikan tata kelola, dan sinergi antara pelaku usaha terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan industri keuangan syariah.
"Kemudian, penyaluran dari pembiayaan perbankan syariah sendiri sudah mencapai Rp643,5 triliun. Jadi ini perbankan syariah sudah tumbuh 9,92 persen, dan kredit usaha rakyat (KUR) syariah sendiri diberikan kepada 88.613 debitur, dan total yang terakumulasi sebesar 1,61 juta debitur," kata Airlangga. (Ant)
5 Aplikasi Investasi Saham Amerika untuk Investor Indonesia yang Praktis
Salah satu pilihan yang menarik adalah Pintu, karena platform ini menyediakan fitur tokenized stocks yang memungkinkan pengguna mendapatkan eksposur terhadap saham.
VIVA.co.id
8 September 2026

1 hour ago
1











