Tangerang, VIVA – Bisa mengendarai sepeda motor belum tentu membuat seseorang benar-benar siap menghadapi berbagai situasi di jalan raya. Selain kemampuan mengendalikan kendaraan, pengendara juga perlu memiliki kemampuan membaca potensi bahaya sebelum mengambil tindakan.
Hal tersebut menjadi salah satu materi yang ditekankan dalam pelatihan keselamatan berkendara TOP 1 Roda Merdeka yang digelar bersama Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kegiatan yang berlangsung di Safety Riding Center Wahana, Jatake, Tangerang yang diikuti 30 peserta dari sejumlah komunitas sepeda motor dan mitra korporasi, termasuk Citilink serta Kreditplus.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga menjalani praktik langsung. Materinya mencakup teknik pengereman, menjaga keseimbangan di narrow plank, manuver melalui slalom course, hingga memahami hazard anticipation atau kemampuan mengantisipasi potensi bahaya.
Kemampuan terakhir menjadi salah satu hal penting dalam berkendara sehari-hari. Sebab, kondisi jalan tidak selalu bisa diprediksi. Kendaraan lain bisa berpindah jalur secara tiba-tiba, pejalan kaki dapat menyeberang, atau permukaan jalan berubah karena lubang maupun benda yang tercecer.
Head of Safety Riding Promotion Wahana Honda, Agus Sani, mengatakan kemampuan berkendara tidak hanya berkaitan dengan penguasaan sepeda motor.
“Kemampuan berkendara bukan hanya soal bagaimana kita bisa mengendalikan sepeda motor, tetapi juga bagaimana pengendara mampu membaca potensi bahaya, mengendalikan emosi, dan menghargai pengguna jalan lainnya,” ujar Agus.
Menurut dia, latihan semacam ini diperlukan agar pengendara tidak hanya semakin terampil mengoperasikan sepeda motor, tetapi juga memiliki pola pikir yang lebih aman ketika berada di jalan.
Dalam praktiknya, kemampuan pengereman misalnya, bukan sekadar membuat motor berhenti. Pengendara perlu memahami kapan harus mengurangi kecepatan dan bagaimana melakukan pengereman dengan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Begitu pula dengan latihan slalom dan narrow plank. Materi tersebut dapat membantu pengendara memahami pengendalian motor, keseimbangan, serta respons ketika harus melakukan manuver.
Agus menilai keterlibatan komunitas dan perusahaan juga penting dalam memperluas edukasi keselamatan berkendara. Peserta yang sudah mendapatkan pengalaman diharapkan dapat menerapkan sekaligus membagikan kebiasaan berkendara aman di lingkungan masing-masing.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Head of Marketing TOP 1 Indonesia, Carlo Lukman, mengatakan keselamatan di jalan seharusnya berjalan beriringan dengan kebebasan mobilitas.

3 hours ago
1











