Ajang Paduan Suara Jadi Wadah Siswa Kembangkan Keterampilan Abad ke-21

5 days ago 2

Selasa, 8 September 2026 - 23:00 WIB

VIVA –Masa sekolah tidak hanya menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan kemampuan akademik. Berbagai kegiatan di luar pelajaran juga dapat menjadi bagian dari pengalaman mereka untuk berkarya, berinteraksi, dan mengenal lingkungan yang lebih luas. Salah satunya melalui kegiatan seni yang mempertemukan anak-anak dan remaja dari berbagai daerah, bahkan negara.

Pengalaman tersebut akan dirasakan ribuan peserta yang mengikuti kompetisi paduan suara berskala internasional di Jakarta. Sebanyak 152 tim paduan suara dari berbagai wilayah Indonesia dan sejumlah negara tetangga akan berkumpul untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus bertukar pengalaman dalam ajang yang mengusung semangat kebersamaan dan kolaborasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kompetisi tersebut adalah The 7th PENABUR International Choir Festival (PICF) 2026 yang digelar pada 7-12 September 2026 di Aula PENABUR Intercultural Secondary & Junior College Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ajang dua tahunan ini telah diselenggarakan secara konsisten sejak 2013 dan mempertemukan tim paduan suara dari dalam maupun luar negeri. 

Mengusung tema "Sing Together, Rise Together", tahun ini, peserta dalam negeri berasal dari 17 provinsi, mulai dari Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua, hingga Papua Barat Daya. Sementara itu, peserta dari luar negeri berasal dari Malaysia, Singapura, dan Filipina. Jumlah peserta tahun ini disebut lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan dua tahun sebelumnya. 

Para peserta akan dinilai oleh juri profesional dari Indonesia maupun mancanegara. Avip Priatna didapuk sebagai Art Director PICF 2026 sekaligus menjadi salah satu juri dari Indonesia bersama Agastya Rama L, Rainier Revireino, dan Luciana Dharmadi Oendoen.

Sementara dari luar negeri, terdapat Susanna Saw dari Malaysia, Nelson Kwei dari Singapura, Mark Anthony dari Filipina, Lorenzo Donati dari Italia, Ambroz Copi dari Slovenia, Josu Elberdin dari Spanyol, dan Theodora Pavlovitch dari Bulgaria. Selain memberikan penilaian dalam kompetisi, para juri juga akan mengisi kegiatan Choral Clinic, Workshop, dan Masterclass. 

Kompetisi terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni School Categories dan General Categories. School Categories mencakup tingkat Kindergarten, Primary School, Junior High School, dan Senior High School.

Halaman Selanjutnya

Adapun General Categories terdiri dari Children's Choir untuk peserta usia 9-17 tahun, Mixed Youth Choir level A dan B untuk usia 17-23 tahun, Mixed Choir level A dan B, Equal Voices, Folklore, Music of Religion, Pop & Jazz Choir, Gospel & Spiritual, serta Ensemble Choir. Beberapa kategori dalam kelompok ini terbuka tanpa batasan usia.  Khusus peserta usia pelajar, kompetisi ini juga menjadi wadah untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |