Akhirnya! Bandara Soetta Sudah Dibuka untuk Penerbangan Usai Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

6 days ago 16

Selasa, 8 September 2026 - 06:54 WIB

VIVA – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali membuka layanan penerbangan pada Selasa 8 September 2026 dini hari. Keputusan tersebut diambil setelah operasional bandara sebelumnya dihentikan sementara sebagai dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kabar mengenai kembali beroperasinya Bandara Soekarno-Hatta disampaikan melalui akun Instagram resmi @soekarnohattaairport. Pengelola memastikan aktivitas penerbangan di salah satu bandara tersibuk di Indonesia tersebut kembali berjalan setelah dilakukan pemantauan terhadap kondisi abu vulkanik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sehubungan dengan kondisi Erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali melayani operasional penerbangan,” tulis @soekarnohattaairport dalam unggahan Instagram, dikutip Selasa 8 September 2026.

Meski operasional telah kembali dibuka, calon penumpang tetap diminta tidak langsung berangkat ke bandara tanpa memastikan kondisi penerbangannya. Pengelola mengingatkan pengguna jasa untuk memeriksa kembali informasi terbaru mengenai status maupun jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing.

Imbauan tersebut penting mengingat jadwal penerbangan dapat mengalami perubahan menyesuaikan kondisi operasional dan faktor keselamatan penerbangan. Penumpang juga disarankan mengikuti informasi resmi dari pihak maskapai agar tidak mengalami kendala saat menuju Bandara Soetta.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan & untuk informasi kebandarudaraan silakan menghubungi Contact Center InJourney Airports 172," lanjut keterangan resmi pihak bandara.

Sempat Ditutup Imbas Abu Vulkanik

Sebelum kembali melayani penerbangan, Bandara Soekarno-Hatta sempat menghentikan operasional untuk sementara waktu. Kebijakan tersebut dilakukan setelah erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan potensi sebaran abu vulkanik yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.

Abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam operasional penerbangan karena dapat mengganggu kinerja mesin pesawat maupun komponen penerbangan lainnya. Oleh sebab itu, penghentian sementara dilakukan sebagai langkah mitigasi sembari otoritas melakukan pemantauan kondisi di sekitar bandara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum keputusan pembukaan kembali ditetapkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hasil paper test di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan hasil negatif terhadap keberadaan abu vulkanik.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam proses evaluasi keselamatan sebelum aktivitas penerbangan kembali dijalankan. Otoritas terkait terus memantau kondisi atmosfer dan potensi pergerakan abu vulkanik untuk memastikan penerbangan dapat berlangsung dengan aman.

Halaman Selanjutnya

Penutupan Sebelumnya Diperpanjang hingga Tengah Malam

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |