Alasan Adanya Gerbong Khusus Wanita di KRL, Ternyata Berkaitan dengan Kasus Pelecehan Seksual

2 days ago 2

Rabu, 29 April 2026 - 13:35 WIB

Jakarta, VIVA – Gerbong khusus perempuan di Kereta Rel Listrik (KRL) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul usulan agar posisinya dipindahkan ke tengah rangkaian kereta. Usulan ini mencuat usai insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi, menilai penempatan gerbong perempuan di bagian tengah dapat menjadi opsi untuk meningkatkan perlindungan penumpang perempuan saat terjadi situasi darurat. Selama ini, gerbong khusus wanita berada di bagian paling depan dan paling belakang rangkaian KRL.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah. Jadi yang laki-laki di ujung, yang, iya, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu," kata Arifah kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa, 28 April 2026.

Usulan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin. Ia menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama tanpa membedakan gender.

"Seperti yang saya sampaikan tadi, KAI menjamin keselamatan. Bagi kami, keselamatan tidak ada toleransinya sama sekali, tidak ada kompromi," kata Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu, 29 April 2026.

Menurut Bobby, KAI tidak membedakan perlindungan antara penumpang laki-laki maupun perempuan. "Tidak ada kompromi sama sekali dan kami tidak membedakan gender laki dan perempuan," jelas dia.

Alasan Terciptanya Gerbong Khusus Wanita di Indonesia

Jika ditelusuri sejarahnya, PT Kereta Api Indonesia resmi meluncurkan gerbong kereta khusus wanita atau KKW pada Agustus 2010. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan saat itu, Fredy Numberi, bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar di Stasiun Depok, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada tahap awal, PT KAI menyiapkan tiga rangkaian kereta khusus perempuan. Dalam setiap rangkaian, terdapat dua gerbong yang diperuntukkan bagi wanita dan anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Gerbong khusus wanita ini ditempatkan di posisi paling depan dan paling belakang rangkaian kereta, yakni gerbong pertama dan gerbong kedelapan. Saat pertama kali diluncurkan, fasilitas tersebut baru berlaku untuk KRL AC Ekonomi dan KRL Express rute Jakarta–Depok, dengan harga tiket yang tetap sama seperti gerbong reguler.

Halaman Selanjutnya

Sekretaris Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetbek saat itu, Makmur Syaheran, menjelaskan bahwa kehadiran gerbong khusus wanita bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang perempuan, terutama di kota besar yang rawan terhadap tindak pelecehan seksual.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |