Jakarta, VIVA – Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu menekankan pentingnya optimalisasi diplomasi perdagangan luar negeri dan perluasan pasar ekspor non-tradisional untuk mendongkrak daya saing ekonomi nasional di tingkat global.
Menurutnya, target Kementerian Perdagangan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 harus diimbangi dengan strategi penguatan fasilitasi ekspor yang menjangkau seluruh kawasan Indonesia, khususnya bagi produk-produk unggulan daerah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Christiany Eugenia Paruntu dalam RDP dengan kemendag menyampaikan proyeksi indikator strategis nasional pada RPJMN 2025–2029 seperti target kontribusi ekspor barang dan jasa terhadap PDB sebesar 22 persen serta nilai ekspor jasa Indonesia yang ditargetkan mencapai USD 35,56 miliar pada 2027 membutuhkan kerja keras dan aksi nyata di lapangan.
Oleh sebab itu, ia menyambut baik alokasi Pagu Anggaran Perdagangan Luar Negeri TA 2027 sebesar Rp120,23 miliar serta dukungan usulan tambahan anggaran untuk penguatan perwakilan perdagangan dan promosi ekspor.
"Kita tidak hanya ingin Indonesia menjadi penonton dalam Rantai Nilai Global (Global Value Chain), tetapi harus menjadi pemain utama. Penguatan fungsi perwakilan perdagangan di luar negeri, termasuk Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), harus benar-benar menghasilkan market intelligence dan business matching yang berdampak langsung pada peningkatan ekspor produk nasional," ujar Christiany dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya, dukungan tambahan anggaran yang diusulkan Kementerian Perdagangan seperti alokasi Rp90,68 miliar untuk perwakilan perdagangan luar negeri serta Rp93,60 miliar untuk penguatan fasilitasi ekspor, perundingan internasional, dan kegiatan strategis harus dimaksimalkan untuk memperluas akses pasar produk-produk UMKM lokal.
Program keberlanjutan seperti Export Coaching Program, Desa BISA Ekspor, dan UMKM BISA Ekspor harus dimasifkan ke daerah-daerah guna menciptakan eksportir baru berkualitas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami di Komisi VI DPR RI mendorong agar pencapaian target pangsa nilai ekspor Indonesia dalam Rantai Nilai Global sebesar 1,11 persen pada 2027 benar-benar dirasakan hingga ke level daerah. Pelaku UMKM di Nusantara harus difasilitasi dari sisi pendampingan desain produk hingga pembukaan jalan menuju pasar mancanegara," tegasnya.
Selain ekspansi pasar luar negeri, legislator dari Fraksi Partai Golkar ini juga menyoroti pentingnya keandalan infrastruktur digital perdagangan guna menunjang operasional aplikasi dan sistem layanan perdagangan internasional secara aman dan terintegrasi.
Halaman Selanjutnya
Penguatan Sistem IT dan digitalisasi perdagangan sebesar Rp134,73 miliar dinilainya sangat krusial untuk mendukung efisiensi pelayanan pelaku usaha dan eksportir nasional.

1 week ago
22













